Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Renungan Pendidikan #20

Renungan Pendidikan #20 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 Oleh ust. Harry Santosa "Bukan Aib!", kata Abu Bakar RA, "...bukan aib bila seseorang tidak mengetahui sesuatu yang tidak relevan dengan dirinya". Jika anak kita hanya suka pelajaran matematika, namun tidak suka pelajaran bahasa, atau sebaliknya, apakah masalah buat kita? Jika anak kita tidak suka semua pelajaran, sukanya hanya "menggambar", "mengkhayal", "merenung", "mengobrol",  "memasak", "beres beres rumah", "mengumpulkan teman teman" dll , apakah masalah buat kita? Bagi negara anak anak kita seperti di atas akan dianggap bermasalah besar, bahkan dianggap produk gagal, tidak punya masa depan. Bagi sekolah yang memberhalakan nilai akademis, hal seperti di atas akan dinilai "sangat bermasalah", anak anak kita terancam dikeluarkan, dicap me...

Halal is my life

Assalamualaikum eceu Sholihah... Giliran saya sharing nih... Hai... Nama saya Temmy Saya bekerja di sebuah perusahaan PKRT. Hari ini saya ingin sharing tentang Halal produk dan aturan Halal di Indonesia versi saya ya...🙏😉 Alhamdulillah sekarang telah ada UU yg menetapkan seluruh produk perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) yg  dijual di Indonesia harus memiliki identitas Halal. Dahulu UU nya hanya mencakup bahan pangan dan obat saja... Mulai September 2019 ini perusahaan yg memproduksi produk PKRT pun diwajibkan memiliki identitas halal.. Di luar sana seperti Malaysia dan Singapura produk halal dan non Halal jelas pemisahannya. Tetapi di Indonesia ini memang yg paling unik. Padahal lebih dari 80% penduduk Indonesia adalah muslim. Tetapi tidak ada penetapan logo haram/non halal untuk menjaga asupan makanan tetap halal bagi muslim. Banyak gerai/produk makanan yg dibiarkan tanpa status kehalalan, karena produk mereka tdk halal/belum daftar halal/ada pen...

Renungan Pendidikan #19

Renungan Pendidikan #19 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 Oleh: Harry Santosa Pernahkah kita mempertanyakan mengapa anak2 kita harus menjalani PG atau TK selama 3 tahun? Mengapa anak2 kita harus menjalani SD selama 6 tahun? Lalu mengapa anak2 kita menjalani SMP selama 3 tahun, lalu menjalani SMA selama 3 tahun? Adakah landasan ilmiah dan risetnya? Adakah landasan syariahnya? Pernahkah menggalinya? Mengapa kita pasrah bongkokan menerimanya? Mengapa? Memang ada percepatan atau akselerasi sehingga bisa lebih cepat, tapi pertanyaannya tetap belum terjawab. Mengapa ada penjenjangan demikian? Lalu mengapa kita tidak mempertanyakan? Seorang psikolog Muslim, Malik Badri, tahun 1985 pernah ke Indonesia, beliau penulis buku "dilemma psikolog muslim", mengatakan bahwa penjenjangan itu tidak pernah bisa dibenarkan secara ilmiah. Ini hanya pengamatan psikolog barat terhadap masyarakat mereka yang...

Renungan Pendidikan #18

Renungan Pendidikan #18 ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ Firaun memang Raja Besar pada zamannya, kesuburan Mesir dengan aliran Sungai Nil membuat negeri ini bagai adidaya, bahkan Firaun menyebut dirinya "ana robbukumul a'laa" , sayalah Tuhan kalian yang Maha Tinggi. Pyramid dibangun memang sebagai Symbol keinginan menjadi Tuhan bahkan melampauiNya. Allah mengadzab Firaun bukan karena Firaun tidak melek teknologi, tidak paham literasi, tidak piawai manajemen dan kepemimpinan dstnya, namun Allah mengadzab firaun karena "...aladzina thogow fil bilad", karena Firaun membangun sistem yg melampaui kewenangan Tuhan, sistem yang hendak menyeragamkan potensi fitrah fitrah. Tentu saja krn Firaun telah merasa telah menjadi Tuhan. Padahal, karena bukan Tuhan maka sudah pasti sistem yang dibangunnya itu "..waaktsaru fihaalfasad", banyak merusak fitrah manusia dan alam. Hari ini barangkali tidak ada yang sedigdaya Firaun, andai kedigdayaan Amerika setara F...

Renungan Pendidikan #17

Renungan Pendidikan #17 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 "It takes a village to raise a child", diperlukan orang sekampung untuk membesarkan anak, begitu pepatah bangsa Afrika. Selama berabad abad, pendidikan dipahami dan dijalankan oleh keluarga dan komunitas secara berjama'ah. Pendidikan adalah sebuah keniscayaan untuk membentuk komunitas yang lebih baik, dan komunitas itu kemudian memerlukan pendidikan untuk mewariskan dan mengembangkan pengetahuan, mengangkat derajat posisi peran personal dan komunal yang lebih baik di muka bumi serta memuliakan kearifan dan akhlak bagi generasi selanjutnya. Pendidikan bukan lahir karena ada komunitas atau karena ada masyarakat, namun pendidikan justru yang melahirkan komunitas dan peradaban. Banyak orang menyalahi sunnatullah keberadaan pendidikan, mereka mendirikan pendidikan layaknya industri,  melihat ceruk "market" kebutuhan pendid...

Obsesi anak sholeh

Obsesi Anak Sholeh 💐💐💐💐💐💐💐💐 Seorang muslimah dengan wajah keibuan, berpenampilan menarik, berpendidikan tinggi, nampak wajahnya sangat sumringah, betapa tidak? Ia dilamar seorang calon dokter dari keluarga baik baik walau hanya keluarga biasa. Harapan muslimah ini membuncah, hatinya berbunga bunga, sebagaimana wanita normal lainnya, ia ingin menyambut fitrah keperempuanannya untuk menjadi ibu dan istri yg terbaik di dunia. Ia  membayangkan menjalani pernikahannya dengan bahagia, menumbuhkan fitrah diri dan fitrah anak anaknya. Proses pernikahannya berjalan Islami, tanpa pacaran, dan sang suami sudah "lolos seleksi" dari wali yang ditunjuk muslimah ini. Semua jawaban2 calon suaminya atas pertanyaan2 dari walinya, nampak meyakinkan. Calon suaminya mengatakan bahwa ia memilihnya karena saran ibunya untuk menikah baik baik dengan wanita baik baik. Terjadilah pernikahan mereka. Bu...

Tazkiyatun Nafs

Sharing Tazkiyatun Nafs dari Ust. Adriano Rusfi 🎯 Sumber : Diskusi santai grup Kader Utama Nasional - HEbAT Community Senin, 6 November 2017 🌻🌱🌻🌱🌻🌱🌻🌱🌻🌱🌻 Istighfar adalah Tazkiyatun Nafs, karena jiwa itu tak pernah bersih, tapi dibersihkan Melakukan banyak kebaikan adalah Tazkiyatun Nafs. Karena kebaikan akan menyingkirkan keburukan. Sibuk dengan amal shaleh adalah Tazkiyatun Nafs. Karena tangan yang tak disibukkan dengan keshalehan, otomatis akan disibukkan dengan dosa. Awal dari ikhtiar Tazkiyatun Nafs adalah mahabbatullah di atas segala cinta. Sedangkan akhirnya adalah menjadikan jalan fujur dan jalan taqwa itu berujung di pintu surga. Tazkiyatun Nafs bukanlah ajaran untuk menjadi manusia bersih, tapi manusia yang membersihkan diri... Tazkiyatun Nafs bukanlah ajaran untuk untuk meninggalkan sesuatu yang dapat mengotori jiwa, tapi ajar...

Pendidikan Aqil Baligh

Pendidikan Aqil Baligh oleh ust.Adriano Rusfi 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bunda sekalian, belakangan kita sering menghadapi permasalahan-permasalahan yang melingkupi para remaja kita. Diantara permasalahan yang sering kita dapati terkait dengan remaja adalah seks bebas, penyalahgunaan narkoba, tawuran, geng motor dan perilaku-perilaku negatif lainnya. Seakan-akan kata "kenakalan" dan kata "remaja" menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Betapa berbedanya kenyataan saat ini dengan masa lalu. Di masa lalu, Bung Karno berani mengatakan : "Berikan aku 10 pemuda, akan kuguncang dunia" Sang proklamator berani menyatakan hal semacam itu, karena pada zaman tersebut para pemuda adalah anasir-anasir positif, konstruktif, kreatif dari bangsa ini. Kita mengenal sosok sosok seperti HOS Cokroaminoto yang mampu mendirikan Syarikat Islam pada usia 16...

Misi keluarga dan bakat anak

💓💓 Misi Keluarga dan Bakat Anak Anak Banyak yang bertanya, bahkan bingung, bagaimana jika misi keluarga yang berangkat dari bakat Ayah dan Ibu, berbeda dengan bakat anak anak? Sebenarnya kebingungan di atas karena beranggapan bahwa Misi Keluarga berangkat dari bakat ayah atau sinergi bakat bunda & bakat ayah. Bukan. Misi Keluarga bukan berangkat dari Bakat, tetapi dari Keimanan. Memang Misi Keluarga awalnya berangkat dari Misi Personal Ayah atau Sinergi Misi Personal Ayah dan Misi Personal Bunda, namun Misi Personal bukan berangkat dari Bakat Ayah atau Bakat Bunda. Misi Personal atau Misi Hidup seseorang harus berangkat dari Keimanan. Para bijak sufi mengatakan bahwa Misi Hidup adalah titik pertaubatan atau titik kesadaran untuk melakukan perubahan atau menyeru kebenaran atau menolong agama Allah dalam suatu bidang kehidupan, yang memanggil manggil dalam jiwa sejak lama dan menggebu gebu ingin dilakukan. Mengapa Keimanan yang menjadi hal yang utama dal...

Pendidikan pre aqil Baligh 8-10 tahun

Teknis Pendidikan Pre Aqil Baligh 8-10 Tahun Ditulis oleh : Ustadz Harry Santosa 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺 Menurut bapak Prof Daniel Rosyid, inti berumah tangga hanya 2, mendidik generasi dan membangun kepemimpinan berbasis potensi atas enterpreneurship bersama (berdakwah, berkomunitas, bersosial bisnis etc). Tanpa dua fungsi sejati itu hidup akan kehilangan gairah. Namun, tidak perlu juga menjadi panik dan tergesa-gesa atau membuat pacuan kuda. Ustadz saya, Ustadz Adriano menganjurkan Optimistic Parenting. Esensinya mendidik anak perlu rileks namun konsisten, Ithminan namun istiqomah. Sebagaimana sunnatullah, semua ada waktu dan tahapan. Saya melihat ada periode kritis di usia 8-10. Pada usia 7 tahun sholat mulai diperintah, dan usia 10 tahun boleh dipukul. Apa maknanya? Ada waktu 2-3 tahun, agar anak berlatih dan membangun kesadaran sehingga tidak perlu dipukul karena meninggalkan shalat. Bagaimana m...

Renungan Pendidikan #2

Renungan Pendidikan #2 🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾 Sesungguhnya masa mendidik anak kita tidaklah lama, itu hanya berlangsung sampai usia AqilBaligh (usia 14-15 tahun). Sebuah masa yg singkat, masa yg cuma seperempat dari usia kita - orangtuanya - jika Allah berikan jatah 60 tahun. Padahal anak2 dan keturunan yg sholeh akan menjamin kebahagiaan akhirat kita dalam masa yg tiada berbatas. Lalu mengapa amanah terindah ini kita sia siakan dengan mengirim mereka ke lembaga, ke asrama, ke sekolah dll sebelum masa aqilbaligh mereka tiba. Jika demikian, lalu apa yg ada dalam benak kita ttg amanah terindah dan kesempatan utk kekal bahagia di akhirat nanti? Jika demikian, lalu apa yg kita akan jawab di hadapan Allah swt ttg pendidikan mereka? Apakah lembaga, asrama dan sekolah akan dimintai tanggungjawab di akhirat kelak? Jika demikian masihkah kita berharap syurga dari doa2 anak2 kita, padahal mereka...

Renungan Pendidikan #3

Renungan Pendidikan #3 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻 Sesungguhnya tidak ada seorangpun anak yg berdoa dan berharap lahir ke dunia dalam keadaan nakal dan jahat. Jika sempat lihatlah wajah-wajah bengis mengerikan anak dan remaja yg tawuran, atau perhatikan wajah sayu dan tatapan kosong anak2 depresi dan korban narkoba, atau jenguk jiwa2 remaja galau melalui mata bingung dan frustasi mereka dibalik tawa dan canda yg tak bermakna. Maka jujurlah apakah mereka mau ditakdirkan demikian? Maka jujurlah apakah Allah swt menghendaki keburukan bagi hamba2Nya? Maka jujurlah, apakah itu dosa mereka shg mereka demikian?  Sesungguhnya mereka adalah korban kelalaian kita para orangtua, mereka korban obsesi dan kesembronoan yg merusak fitrah baik mereka. Ingatlah bhw mereka dahulu adalah bayi2 mungil yg lucu, yg senyum, tawa dan tangisnya meluluhkan hati siapapun. Lalu bagaimana bisa di kemudian hari bayi2 ini menjadi berin...

Ibu peradaban

🧕🤰🤱👩🏼‍🏫👩‍🍳👩‍🌾👩‍⚕👩‍💻👩🏻‍🔧👩‍🔬👩‍💼 *IBU PERADABAN* 👩‍🚀👩‍✈👩‍🚒👸🦸‍👩‍⚖👰🕵‍♀👩‍🎓👩‍🏭🦹‍♀ _Oleh : Ustadz Harry Santosa_ ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Dalam peperangan besar di dunia, kaum perempuan atau ibu sering dianggap pihak yang paling lemah, sangat menderita dan teraniaya. Namun sejarah mencatat kaum inilah yang justru bangkit merajut kembali kesadaran di tengah porak poranda dan puing puing bangsanya. Di Papua Barat, ada daerah dimana para Mama Mama lah yang sangat peduli pada perubahan generasi, sementara Ayah Ayah mereka sud...

Makna adab bagi usia dini

🍁🍁 *Makna Adab bagi Anak Usia Dini* Oleh:  Ustadz Harry Santosa Balita atau usia dini itu memang belum saatnya harus beradab dalam arti tertib dan disiplin. Adab di usia dini itu gairah melakukan kebaikan, bukan sempurna melakukan kebaikan. Banyak orangtua atau guru, ingin anak anaknya segera beradab sejak dini, tanpa tahu makna adab, walhasil kelak menjumpai anaknya malah tak beradab ketika besar. Misalnya Adab pada Ilmu di usia dini berbeda dengan adab pada ilmu di usia setelahnya. Di usia dini, adab pada ilmu bukanlah duduk diam tertib santun mendengarkan guru, tetapi adalah gairah dan cinta pada buku, gairah pada kisah kisah tokoh ilmuwan, gairah keseruan bermain di alam terbuka dengan menyentuh, meraba, berlarian bereksplorasi dstnya. Sholat adalah adab kpd Allah, bahkan baru diperintah ketika usia 7 tahun, bukan sejak dini. Apakah Allah lalai mengadabkan anak usia dini? Subhanallah, Allah Maha Tahu bahwa fitrah anak usia dini belum saatnya diperintah ...

Fitrah seksualitas

FITRAH SEKSUALITAS By Harry Santosa Punya suami yang kasar? Kaku?  Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh. Punya suami yang "sangat tergantung" pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak. Kok sebegitunya? Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna. Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir. Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu. Riset banyak membuktikan bahwa ...

Renungan Pendidikan #4

Renungan Pendidikan #4 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺 Bila anda memiliki beberapa anak, maka perhatikanlah baik baik, bahwa walau mereka pernah berada dalam rahim yang sama, ayah ibu yang sama, lahir di rumah sakit yang sama, bahkan lahir kembar identik sama dstnya, namun mereka sesungguhnya takkan pernah sama, mereka memiliki keunikan dan kekhasan masing2 yg berbeda. Bukan hanya ciri fisik namun juga sifat bawaannya masing masing. Sampai kapanpun seorang kakak tidak akan pernah menjadi adiknya, dan seorang adik tidak pernah menjadi kakaknya. Anak kita tidak akan pernah menjadi versi kedua dari orang lain kecuali jika kita memaksanya demikian dengan membuatnya menderita karena mengingkari jatidirinya. Ingatlah bahwa seseorang tidak akan menjadi maksimal jika dipaksa menjadi atau menjalani sesuatu yang bukan dirinya. Alangkah bodohnya meminta kuda menjadi ikan, menyuruh ikan menjadi burung, memaks...

Renungan Pendidikan #5

Renungan Pendidikan #5 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻 Apa yang disisakan dari sebuah rumah tangga atau keluarga tanpa ada aktifitas pendidikan di dalamnya?Apakah rumah kita hanya sebuah ruang hampa tempat makan dan tidur serta (maaf) mandi dan buang hajat? Sebagaimana AlQuran akan menerangi rumah kita dengan membaca dan mentadaburinya, maka sebuah rumah tangga atau keluarga dengan aktifitas pendidikan juga akan dipenuhi cahaya. Sebuah rumah tanpa aktifitas pendidikan di dalamnya, bagai ruang kusam dan gelap krn di dalamnya tidak ada proses saling memberi cahaya yaitu proses mendidik dan dididik, tidak ada nasehat utk saling menyadarkan dan disadarkan, begitupula tidak ada keceriaan dan kepercayaan utk saling menumbuhkan dan ditumbuhkan. Sebuah rumah tangga bukan hanya kumpulan fisik layaknya kandang ternak, namun dia sepenuhnya lebih kepada kumpulan ruh, hati dan fikiran. Apa jadinya jika fikiran dan hati ...

Renungan Pendidikan #6

Renungan Pendidikan #6 🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼 Apakah Allah swt lalai ketika mentakdirkan kedewasaan biologis seseorang di usia 13-15 tahun dan pada saat yang sama telah jatuh semua kewajiban syar'i, bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga jihad, nafkah dan kewajiban sosial lainnya? Apakah Rasulullah SAW lalai ketika menikahkan Usamah bin Zaid ra, seorang sahabat muda ketika Rasulullah saw berusia senja, saat Usamah berusia 14 tahun? Apakah Rasulillah SAW lalai ketika menugaskan Usamah bin Zaid ra memimpin 10000 pasukan ke Tabuk, saat Usamah berusia 16 tahun? Kedua hal itu juga bukan kebiasaan masyarakat Arab sebelum Islam. Itu adalah output pendidikan Rasulullah saw, pendidikan generasi aqilbaligh yang diwariskan dari generasi ke generasi sesudah wafatnya Rasulullah saw selama hampir 1400 ratusan tahun kemudian. Usamah bukanlah satu2 nya yang mendapatkan pendidikan generasi aqilbali...

Renungan Pendidikan #7

Renungan Pendidikan #7 🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼 "Baity Jannati", Rumahku Syurgaku, begitu Rasulullah saw menginspirasi kita utk membangun imajinasi positif ttg rumah kita. Bukan rumah dalam makna fisik namun rumah dalam makna bathin dan makna langit. Imaji positif ttg rumah kita, sungguh akan melahirkan kesan dan persepsi positif. Dan kesan dan persepsi positif akan memunculkan pensikapan positif terhadap kehidupan dan dunia kita. Sebaliknya, luka persepsi akan melahirkan pensikapan yg buruk. Begitulah anak2 kita, dunia di mata mereka adalah bagaimana mereka mempersepsikan rumah mereka, mempersepsikan ayah mereka, mempersepsikan ibu mereka, dan semua yang ada di dalam rumah. Anak2 yg mudah marah, kasar pd sesama adalah karena banyak kemarahan dan kekasaran dalam rumah mereka, anak2 yg penuh cinta pd sesama adalah anak2 yg rumahnya dipenuhi cinta. Anak2 yg mudah membuang sampah d...

Renungan Pendidikan #8

Renungan Pendidikan #8 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺 Islam itu sederhana, namun karena kesederhanaannya maka menjadi begitu rumit bagi banyak orang, begitu seorang ulama berkata. Islam adalah agama fitrah, tentu mudah dan ringan bagi mereka yang fitrahnya masih terjaga. Kesederhanaan fitrah, tentu saja rumit bila berhadapan dengan obsesi dan hawa nafsu, bila berurusan dgn orang2 yang tidak yakin dgn fitrah atau ciptaan Allah. Kesederhanaan fitrah juga njlimet bila dinasehatkan kpd mereka yg tidak besyukur atas karunia yg Allah berikan, bila bertemu dengan mereka yg tergesa2 dan merasa selalu kurang atas semua karunia dan ketentuan Allah itu. Renungkanlah, bukankah Allah swt telah menginstal semua fitrah2 baik dalam diri anak2 kita? Lihatlah, sejak fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat, fitrah kepemimpinan, fitrah perkembangan sampai kpd fitrah2 yg ada di luar dirinya, semua diberikan A...

Renungan Pendidikan #9

Renungan Pendidikan #9 🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂 Setiap kita menginginkan anak-anak kita sukses di masa depan. Namun tidak setiap kita memahami makna sukses bagi anak-anak kita. Sukses bagi kebanyakan kita biasanya adalah tercapainya cita2 anak2 kita. Lalu apa cita-cita anak2 kita? ya sukses. Jadi apa sebenarnya makna sukses? Sukses bagi kebanyakan kita diukur dengan materi yg berlimpah, diimajinasikan dengan status sosial yg tinggi, dipersepsikan dengan kedudukan duniawi yang bisa disandang, diidentikan dengan gelar gelar akademis yg bisa diperoleh, banyaknya ilmu yg dikuasai termasuk ilmu agama dstnya. Boleh boleh saja memandang sukses seperti itu, namun bukan itu hakekat sukses. Materi yg berlimpah akan percuma jika tdk bermanfaat, status sosial yg tinggi, kedudukan duniawi, gelar2 akademis juga akan sia sia jika tidak memberi manfaat. Bahkan banyaknya ilmu dunia dan ilmu agama juga akan mubazir dan...

Renungan Pendidikan #10

Renungan Pendidikan #10 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 Allah telah menetapkan segala sesuatu sesuai kadar dan ukurannya masing-masing. Ibarat tabel periodik unsur unsur kimia, maka kita menyaksikan bhw setiap unsur itu unik dan masing masing memilki karakteristik yg berbeda. Kita tdk pernah bisa memaksa air membeku pd suhu ruangan, dan menjadi mendidih pd suhu 0 derajat celcius. Begitupula besi tidak akan meleleh pada suhu dimana air mendidih dstnya. Kita bisa meneliti, menemukan polanya, memanfaatkannya sesuai potensinya, namun tdk pernah bisa mekayasa unsur2 itu utk melawan fitrah penciptaannya. Begitu pula induk ayam, tidak akan pernah bisa menetaskan telurnya sesuka hatinya walau beliau yang menelurkannya. Sang induk ayam hanya bisa "menemani" dengan mengerami pd tingkat kehangatan dan masa eram sesuai sunnatullahnya sebagaimana Allah ilhamkan kpd nya. Begitupula ikan, sang induk i...

Renungan Pendidikan #11

Renungan Pendidikan #11 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻 #potensifitrahbelajar Tiap bayi kita yg lahir adalah pembelajar tangguh sejati. Lihatlah tidak ada bayi yg memutuskan merangkak seumur hidupnya. Mereka menuntaskan belajar "jalan" nya dgn gigih sampai bisa berjalan bahkan berlari dan melompat. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman dan semangat. Tiap bayi kita yg lahir adalah penjelajah (discoverer) yg sangat serius dan kurius (curious). Lihatlah semua sudut di dalam rumah serta perabotan bahkan yg berbahayapun tdk luput dari targetnya. Mereka suka meraba, menyentuh, memegang apapun yg bisa dijangkaunya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman dan semangat. Tiap bayi kita yg lahir sangat kreatif dan kaya imajinasi. Lihatlah bagaimana mereka mewarnai gambar langit dengan ungu, pohon2 dengan biru, rumput dengan jingga dstnya. Mereka berimajinasi keranjang paka...