Langsung ke konten utama

Renungan Pendidikan #3

Renungan Pendidikan #3
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Sesungguhnya tidak ada seorangpun anak yg berdoa dan berharap lahir ke dunia dalam keadaan nakal dan jahat.

Jika sempat lihatlah wajah-wajah bengis mengerikan anak dan remaja yg tawuran, atau perhatikan wajah sayu dan tatapan kosong anak2 depresi dan korban narkoba, atau jenguk jiwa2 remaja galau melalui mata bingung dan frustasi mereka dibalik tawa dan canda yg tak bermakna.

Maka jujurlah apakah mereka mau ditakdirkan demikian? Maka jujurlah apakah Allah swt menghendaki keburukan bagi hamba2Nya? Maka jujurlah, apakah itu dosa mereka shg mereka demikian? 

Sesungguhnya mereka adalah korban kelalaian kita para orangtua, mereka korban obsesi dan kesembronoan yg merusak fitrah baik mereka. Ingatlah bhw mereka dahulu adalah bayi2 mungil yg lucu, yg senyum, tawa dan tangisnya meluluhkan hati siapapun. Lalu bagaimana bisa di kemudian hari bayi2 ini menjadi beringas, nakal dan jahat?

Sesungguhnya setiap anak yg lahir dalam keadaan fitrah. Sesungguhnya juga bhw Allah tdk akan merubah semua fitrah baik yg ada dalam diri mereka sampai lingkungan, sistem pendidikan, orangtua dll berbuat gegabah "sok tahu" merubahnya shg terluka, tersimpangkan, atau terpendam selama2nya.

Anak2 kita bukanlah kertas putih yg bisa kita jejali dgn tulisan sebanyaknya dan semaunya, bukan! Anak2 kita adalah mutiara terpendam yg mesti disucikan dan disadarkan akan keindahan keunikan mutiara yg mereka dtakdirkan Allah swt utk memilikinya. Mutiara yg tdk perlu diasah, hanya perlu diletakkan pd tempat yg sesuai dan terang agar cahayanya berkilau sempurna. Berbaik sangkalah kpd Allah swt.

Jangan gegabah menjejali mutiara ini dengan beragam zat imitasi dgn maksud agar semakin indah. Tidak perlu. Mutiara ini hanya perlu ditemani, disentuh dengan cinta yg tulus, dan diletakkan pd tempat dan sudut yg tepat shg cahayanya berpendar pendar indah menebar manfaat rahmat menyelimuti dunia. Cahayanya menjadi penyejuk mata kita, sebagaimana doa2 kita ttg keturunan yg baik.

Maka, yakinlah bahwa mutiara akan bertambah indah bila berkumpul dengan mutiara. Mutiara akan tenggelam dalam lumpur hitam yg pekat. Yakinlah ruh2 yg baik akan merapat bershaf2 menuju kemuliaannya. Maka perbaikilah fitrah kita wahai orangtua, sucikanlah fitrah kita sebelum kita mensucikan fitrah anak2 kita melalui pendidikan.

Sesungguhnya apa yg keluar dari fitrah yg baik akan diterima oleh fitrah yg baik. Apa yg keluar dari hati yg bersih dan damai maka akan tiba di hamparan hijau hati yg bersih dan damai. Apa yg hanya dari mulut semata, maka akan berhenti di telinga saja.

Mari kita renungkan, siapakah di muka bumi makhluk yg paling ridha mensucikan diri demi anak kita? Saya yakin anda bisa jujur menjawabnya...

Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasispotensi dan akhlak

*ust. Harry Santosa*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...