Langsung ke konten utama

Renungan Pendidikan #11

Renungan Pendidikan #11
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

#potensifitrahbelajar

Tiap bayi kita yg lahir adalah pembelajar tangguh sejati. Lihatlah tidak ada bayi yg memutuskan merangkak seumur hidupnya. Mereka menuntaskan belajar "jalan" nya dgn gigih sampai bisa berjalan bahkan berlari dan melompat. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman dan semangat.

Tiap bayi kita yg lahir adalah penjelajah (discoverer) yg sangat serius dan kurius (curious). Lihatlah semua sudut di dalam rumah serta perabotan bahkan yg berbahayapun tdk luput dari targetnya. Mereka suka meraba, menyentuh, memegang apapun yg bisa dijangkaunya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman dan semangat.

Tiap bayi kita yg lahir sangat kreatif dan kaya imajinasi. Lihatlah bagaimana mereka mewarnai gambar langit dengan ungu, pohon2 dengan biru, rumput dengan jingga dstnya.

Mereka berimajinasi keranjang pakaian sbg perahu, gayung kamar mandi sbg kapal selam, sapu sebagai pedang dstnya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman dan semangat.

Banyak orang menduga kemampuan manusia yg utama dalam belajar adalah adaptasi, padahal semua binatang dan tumbuhan juga bisa beradaptasi. Ada yg menyangka kemampuan manusia yg utama adalah kompetisi  padahal hewan dan jin pun berkompetisi.

Ketahuilah bahwa kemampuan manusia yg utama adalah mengelola, mengklasifikasi, menginovasikan serta mewariskan pengetahuannya sbg produk dari potensi fitrah belajarnya. Seribu ekor kera bisa dilatih memancing ikan, namun tdk satupun dari mereka yg mampu menciptakan kail dan mewariskannya pd anak2nya.

Sejak langit dan bumi diciptakan, lalu ditempatkan Adam di atasnya, maka yg pertama Allah berikan adalah mengajarkan Adam, nama-nama semua benda (taxonomy). Inillah potensi fitrah belajar yg Allah berikan sebagai bekal penting dari makhluk yg ditakdirkan menjadi khalifah di muka bumi.

Karena itu sesungguhnya setiap anak yang lahir telah memiliki Potensi Fitrah Belajar. Para orangtua dan pendidik tidak perlu panik menggegas kemampuan belajar anak2nya.

Anak2 hanya memerlukan sebuah ruang terbuka di alam dan hati orangtua yg terbuka bagi imajinasi kreatifnya, bagi curiousity-nya, bagi ketuntasan eksplorasi belajarnya, bagi penjelajahan dan petualangan belajarnya, bagi kesempatannya utk semakin menjadi dirinya.

Tidak perlu tempat dan gedung belajar yg khusus, semua sudut di muka bumi adalah taman belajar yang indah. Di pasar, di kebun, di stasiun kereta, di sungai, di museum, di terminal, di atas pohon, di tukang sayur keliling, di perahu, di hutan, di sawah, di bengkel dsbnya.

Alam dan budaya masyarakat Indonesia terlalu kaya untuk diabaikan dan dimubazirkan. Bangkitkan fitrah belajarnya yg sdh ada agar terjaga dan tumbuh subur melalui bumi Allah yg luas.

Tidak perlu waktu belajar yg khusus, semua waktu dan peristiwa yg berseliweran setiap saat adalah momen belajar yg banyak hikmahnya. Bangkitkan fitrah belajarnya atas kesadaran hikmah peristiwa yg ada.

Tidak perlu guru "khusus" yg formal, semua makhluk bisa menjadi guru, semua praktisi kehidupan adalah guru, semua peristiwa dalam kehidupan adalah guru dan penasehat, bahkan peristiwa musibah dan kematianpun bisa menjadi guru.

Jika ada anak yg hanya belajar ketika akan ujian, ketika disuruh, ketika ada tugas, ketika diancam, ketika panik krn tertekan, maka fitrah belajarnya telah terkubur dalam dalam.

Jika ada anak yg belajarnya krn ingin juara, ingin hadiah, ingin nilai, ingin dipuji, ingin mendapat ranking, ingin mendapat sertifikat, ijasah dan gelar maka fitrah belajarnya telah tersimpangkan.

Mari percaya diri untuk mendidik sendiri anak2 kita sendiri, agar kitalah yg memastikan potensi fitrah belajarnya terjaga, tumbuh sempurna, indah merekah. Karena kitalah yg diberi amanah menjaga fitrah anak2 kita dan akan ditanya di akhirat kelak.

Salam Pendidikan Peradaban

#pendidikanberbasispotensi
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

*Harry Santosa*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...