Langsung ke konten utama

Renungan Pendidikan #18

Renungan Pendidikan #18
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

Firaun memang Raja Besar pada zamannya, kesuburan Mesir dengan aliran Sungai Nil membuat negeri ini bagai adidaya, bahkan Firaun menyebut dirinya "ana robbukumul a'laa" , sayalah Tuhan kalian yang Maha Tinggi. Pyramid dibangun memang sebagai Symbol keinginan menjadi Tuhan bahkan melampauiNya.

Allah mengadzab Firaun bukan karena Firaun tidak melek teknologi, tidak paham literasi, tidak piawai manajemen dan kepemimpinan dstnya, namun Allah mengadzab firaun karena "...aladzina thogow fil bilad", karena Firaun membangun sistem yg melampaui kewenangan Tuhan, sistem yang hendak menyeragamkan potensi fitrah fitrah. Tentu saja krn Firaun telah merasa telah menjadi Tuhan.

Padahal, karena bukan Tuhan maka sudah pasti sistem yang dibangunnya itu "..waaktsaru fihaalfasad", banyak merusak fitrah manusia dan alam.

Hari ini barangkali tidak ada yang sedigdaya Firaun, andai kedigdayaan Amerika setara Firaun, maka bisa dibayangkan begitu banyak bekal yang dibutuhkan Musa. Lihatlah bagaimana Allah membekali Musa as, sejak Harun as sebagai pendamping, sampai mukjizat yang sangat banyak. Kegentaran Musa as sangat manusiawi mengingat kehebatan Firaun. Firaun adalah lambang kekuatan sistem dalam ketaatan, kekuatan, keilmuan dan teknologi.

Namun hari ini, kita yg intelek, cerdas, melek literasi, jago komunikasi dll tergagap2 hanya utk mengatakan bahwa UN itu buruk, KurNas seragam itu buruk, sistem pendidikan yang ada itu buruk karena telah mencerabut banyak fitrah anak anak kita dstnya apalagi menghapusnya. Padahal mengatakan kebenaran seperti itu hanya didepan sebuah sistem yg tdk sehebat dan searogan Firaun.

Padahal kita punya banyak pilihan untuk mendidik anak2 kita sendiri di rumah2 kita, di komunitas kita secara berjamaah atau berbasis komunitas. Padahal hari ini kehebatan keilmuan itu bukan lagi ada di sekolah2 dan di kampus2, tetapi di tangan para Maestro Kehidupan dan dunia maya.

Mungkin Firaun Modern telah berhasil menyembelih mental LAKI-LAKI pada bangsa ini agar tidak lahir MUSA MUSA yang berani mengambil alih perbudakan belajar menjadi kemerdekaan belajar, perbudakan fitrah menjadi kemerdekaan fitrah.

Mungkin IBU IBU MUSA zaman ini, sudah tidak mau memberikan ASI Pendidikan fitrahnya pada MUSA MUSA kecil yang masuk ke dalam sistem Firaunisme modern.  Mereka lebih suka menyerahkan begitu saja anak anaknya untuk dipelihara firaun modern.

Mungkin mental budak kita sudah lebih buruk daripada mental budak bangsa Israil yang juga dijajah Firaun lebih dari 350 tahun sehingga sama sekali tidak berkenan hijrah.

Semoga Allah swt, melahirkan kembali Musa Musa peradaban dari rumah rumah kita dan di jamaah kita, melalui Ibu Ibu Musa yang mendidik anak2nya dari sumber kemurnian fitrah nya, semurni air susu para Bundanya.

Salam Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
#pendidikanberbasispotensi

Harry Santosa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...