Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

apa arti pendidikan?

Apa tujuan pendidikan?  Tujuan pendidikan sangat tergantung makna pendidikan. Apabila makna pendidikan cuma dimaknai sekedar persekolahan, maka tujuan pendidikan ya mengejar prestasi akademis, maka ukurannya jumlah sarjana yang lulus tiap tahun.  Jika makna pendidikan sekedar pengembangan bakat, maka tujuan pendidikan adalah karir, paling mentok mencetak akademisi, professional atau pengusaha. Ukurannya adalah revenue dan devisa yang dihasilkan untuk negara.  Lalu dimana karakter? Karakter ini dilahirkan atau dibentuk? Samakah karakter dengan akhlak atau adab?  Padahal banyak manusia berprestasi akademis hebat dan berbakat mumpuni namun korupsi menggasak aset dan uang rakyat, buruk pada keluarganya, membenci agamanya dstnya.  Nah, begitulah apabila maknanya sepotong seotong, cuma hasil gutak gatuk ngakal, apalagi ngekor filsafat sekuler maka serba bingung dan melahirkan toxic baru peradaban.  Padahal makna pendidikan sangat erat dengan obyek yang dididik, y...

rukun bakat

RUKUN BAKAT Kiat menemukan misteri bakat Oleh: Ustadz Abdul Kholiq Pendiri Sekolah Karakter Imam Syafi’i (SKIS)-Semarang  -------------------------------------- Banyak orang yang bingung dengan dirinya Banyak orang yang bingung dengan jurusan studinya Banyak orang yang bingung dengan jurusan studi anaknya Banyak orang yang bingung dengan ketidaknyamanan kinerjanya Sebenarnya mereka semua bingung dengan misi hidupnya Disamping misi hidup untuk beribadah kepada Allah ta’ala, setiap manusia mendapatkan amanah untuk mengemban misi sebagai pemakmur bumi (1). Misi hidup sebagai pemakmur bumi inilah yang unik, setiap orang berbeda-beda tabiat dan perannya  (syakilah) (2). Peran sebagai pemakmur bumi terkait dengan kinerja. Kesempurnaan kinerja terkait dengan kebermanfaatannya. Kebermanfaatan kinerja seseorang terkait dengan bakat uniknya. Namun menemukan bakat tidak semudah membalik telapak tangan, karena pada asalnya bakat adalah terpendam pada jiwa masing-masing manusia. Bakat akan...

Human Nature Development

Jenjang SD, SMP, SMA haruskah wajib dijalani? Banyak ortu japri ke saya risau usia anaknya kurang sbg syarat masuk kelas di jenjang sekolahnya ntah itu di SD, SMP maupun SMA nya.  Yang menggemaskan, risaunya berlebihan sekali padahal cuma tertinggal bbrp bulan saja.  Padahal kalau dipikir dalam, kematangan anak itu modal penting untuk anak menjalani kehidupannya. Dan itu yg hrsnya menjadi prioritas daripada sekedar duduk di kelas tertentu tp sudah jelas tahu bhw anaknya belum tuntas di tahap sebelumnya. Selama ini kita menganggap: Sekolah TK untuk persiapan masuk SD Sekolah SD untuk persiapan masuk SMP Sekolah SMP untuk persiapan masuk SMA Sekolah SMA untuk persiapan masuk kampus Kuliah untuk persiapan cari kerja Seolah kalau tidak tepat waktu kehidupannya akan tertinggal. Padahal hidup itu bisa hidup jika menggunakan panduan dari Sang Pemilik Kehidupan. Konsepnya bisa diturunkan dalam bentuk operasional kerangka kerja yg lebih sederhana. Padahal dalam konsep Human Nature Deve...

efek egocentric

Perubahan#6  Efek dari egocentric ala aliran humanistic selanjutnya adalah apa yang kini banyak menjadi pembahasan karena dampaknya akan berlanjut pada anak dan keturunan yaitu toxic parents atau toxic relationship.  Berikut tanda tanda apabila anda sudah terkena atau telah menjadi Monster Toxic Parents (Orangtua Beracun):  Do You Being Overly Critical (Tukang Kritik)?  Do You Pick On Your Child? (Sering Mempermalukan & Merusak Percaya Diri dengan Mengungkit Kebiasaan Buruk Ananda)? Do You Talk Over Your Child? (Tak Menyimak, Memotong Pembicaraan)? Do you Act as Tiger Mom and Dragon Dad, Want Success at Any Cost (Menuntut Prestasi atau Kinerja demi Pencitraan atau apapun)? Do you use the Silent Treatment (Mengucilkan, Mendiamkan)?  Do you Playing the Victim (Memanipulasi, Mendramatisir seolah dirinya sebagai Korban Kenakalan Anak)?  Do You Put Your Feelings Before Your Child’s (Sibuk dengan Perasaan Diri Sendiri daripada Perasaan Anak)?   Do Y...

anak pra Aqil baligh q

Perubahan Anak di Usia 10-15 Tahun. Banyak orangtua kaget dan tidak siap menerima perubahan pada anak Usia 10-15 tahun. Anak yang dulu "penurut" tiba tiba tiba berubah menjadi tak mau diatur, melawan & sering protes. Apalagi jika pola mendidik sebelumnya banyak mendikte dan menekan, maka perlawanan makin menjadi jadi seolah tak terkendali. Ledakan ini serta ketidaksiapan membuat pusing kepala. Lalu banyak orangtua yang kemudian menganggap perubahan itu sebagai bentuk kurang ajar, bahkan memendam perasaan, mereka sakit hati luar biasa pada sikap anaknya, kemudian meladeninya dan pecahlah "perang dunia" di rumah lalu keakraban dan ikatan cinta menjadi retak. Saling membenci, memusuhi bahkan dendam. Komunikasi menjadi hambar dstnya. Hati hati, di titik kritis inilah biasanya kegelapan masuk berupa pelarian yang buruk. Sebenarnya anak usia segitu (10-15 tahun) sangat normal apabila tak mau diatur atur, karena ia jelang dewasa. Tak ada seorang dewasapun yang suka dia...

kembalilah ayah

Untuk para Ayah, yang enggan turun tangan soal rumah tangga dan pengasuhan.. Membiarkan para ibu kelelahan mengurus semuanya sendirian.  Kepinginnya rumah rapih, makanan enak tersedia, istri cantik gak banyak curhat, dan anak anak anteng gak lari lari kesana kemari. Mungkin kamu berpikir hidup itu semudah masuk gua, nyangkul, tau tau dapet emas batangan.  Ini rumah tangga sungguhan, Ayah. Bukan lagi main game Harvest Moon.. Untuk para Ayah, yang berpikir tugasnya sudah selesai dengan memberi nafkah.. Gak sadar bahwa ada istri yang butuh didampingi agar semangatnya tak patah. Dikira istri semacam makhluk serba bisa. Gak bisa ngerasain capek, lelah, ataupun marah.  Hai Ayah, dengarlah. Bahkan Raissa Adriana pun bakal keluar tanduknya ngadepin anak tantrum kalo Hamish Daudnya cuma duduk leha leha aja.  Untuk para Ayah, yang hanya ingin terima beres.. Tanpa berpikir bahwa membesarkan anak anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak membutuhkan sesuatu yang disebut proses. Kar...

bakat by TM

[9/11 10.14 AM] +62 811-2221-924: cara membaca bakat : 1. mesti tau jenis bakat 2. mesti tau bedanya bakat sama minat 3. mesti tau bedanya bakat sama ekspresi sesaat 4. mesti tau bedanya bakat sama moral 5. mesti tau pengaruh usia anak pada ekspresi bakat kesimpulan : ya mesti belajar tuntas 😊 [9/11 10.15 AM] +62 811-2221-924: dan yang belajar TM itu ya mesti yang berminat dan berbakat juga. kalau bukan pimpinan sekolahnya ya bisa gurunya. [9/11 10.15 AM] +62 811-2221-924: kirim yang antusias dan memang ada bakat yg selaras. [9/11 10.16 AM] Vita Victoria: Nah...kesimpulannya yg paling penting 😊 [9/11 10.17 AM] Vita Victoria: Bagaimana mau di implementasikan kalo belum ngerti. [9/11 10.18 AM] +62 812-6461-3537: Di sharing GGTM kmrn ada yg share beliau ikuta TM basic setelah baca buku TM Abah yg merah, beliau bukan pecinta buku tapi buku Abah tsb bisa dibaca dlm waktu yg relatif singkat dan membuat penasaran jd ikutan TM basic.. Mungkin dgn cara yg sama ibu pengelola td bisa dpt hidaya...

menyiapkan anak mimpi basah

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh). by Elly Risman Ykbh Dear Parents… Tahukah anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional ? Mengapa demikian ? Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games, PS, Internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak. Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media- media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya ‘rangsangan’ dari berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi ! Dear Parents… Menyi...