Langsung ke konten utama

anak pra Aqil baligh q

Perubahan Anak di Usia 10-15 Tahun.

Banyak orangtua kaget dan tidak siap menerima perubahan pada anak Usia 10-15 tahun. Anak yang dulu "penurut" tiba tiba tiba berubah menjadi tak mau diatur, melawan & sering protes.

Apalagi jika pola mendidik sebelumnya banyak mendikte dan menekan, maka perlawanan makin menjadi jadi seolah tak terkendali. Ledakan ini serta ketidaksiapan membuat pusing kepala.

Lalu banyak orangtua yang kemudian menganggap perubahan itu sebagai bentuk kurang ajar, bahkan memendam perasaan, mereka sakit hati luar biasa pada sikap anaknya, kemudian meladeninya dan pecahlah "perang dunia" di rumah lalu keakraban dan ikatan cinta menjadi retak. Saling membenci, memusuhi bahkan dendam. Komunikasi menjadi hambar dstnya. Hati hati, di titik kritis inilah biasanya kegelapan masuk berupa pelarian yang buruk.

Sebenarnya anak usia segitu (10-15 tahun) sangat normal apabila tak mau diatur atur, karena ia jelang dewasa. Tak ada seorang dewasapun yang suka diatur atur bukan? Maka solusinya seperti biasa, gunakan kacamata fitrah dan jangan gunakan kacamata penjajah. 

Pertama tetap rileks dan optimis, semakin panik, semakin tergesa ingin "mengatasi" anak maka semakin banyak masalah. 

Kedua, pahamilah tahapan perkembangan anak dengan seksama. 
Ketahuilah bahwa mendidik anak usia 10-15 tahun tentu berbeda dengan mendidik tahap usia sebelumnya, secara fitrah perkembangan di tahap ini anak sebenarnya sudah menjelang dewasa (aqilbaligh di usia 15 tahun). Sebuah riset bahkan menyebutkan bahwa mereka sesungguhnya telah punya kemampuan atau kompetensi alamiah seorang dewasa, seperti mengurus diri dan orang lain, memimpin orang, mencari nafkah, berkomitmen dan bertanggungjawab dstnya.

Ketiga, temukanlah "mengapa" anak begini dan begitu bukan "bagaimana"mengatasi anak begini dan begitu. Bukalah dialog penuh empati, bukan monolog penuh interogasi. Turunkan ego serendahnya, gunakan mata hati, telinga hati dstnya. Mintalah maaf dengan tulus, galilah perasaannya, frustasinya, risau dan gelisahnya, gagasannya, harapannya, antusiasnya, mimpi mimpinya, juga bantu telusuri dan petakan potensi kekuatan dan kebaikannya.

Keempat, jangan mati gaya dan mati idea. Fokuslah pada cahaya ananda, bukan kegelapannya. Definisikan kebutuhannya dan munculkan idea idea keren untuk menghebatkan potensi fitrah ananda, maka kelak semua masalah perlahan akan hilang. 

Kelima. rancanglah program beberapa bulan ke depan untuk mengembangkan potensinya. Yang utama adalah pengembangan fitrah keimanan dengan menguatkan aqidahnya dan memberinya pendamping Akhlak, lalu pengembangan fitrah bakat dengan memagangkan pada Maestro sesuai bakatnya dan kemudian fitrah seksualitas dengan kembali menjalin kedekatan dengan ayah dan ibunya.

Keenam, ajak ananda untuk memberi masukan atas program yang dirancang dan eksekusi program. Motivasi terus menerus dan bangun percaya dirinya serta rasa dicintai. Beri kesempatan dan hargai ananda untuk memberi keputusan serta beri kepercayaan kepada peran peran di sosial yang lebih luas. 

Ketujuh, evaluasi terus perkembangan, ulangi proses di atas dan refleksikan selalu untuk perbaikan ke depan. Berdoalah kepada Allah agar diberikan kemudahan menempuh jalan. Ingatlah bahwa Allah aktif dan tidak pasif. Hantarkan ananda dengan konsisten agar mukalaf dan mandiri dengan peran peradaban terbaiknya ketika aqilbaligh di usia 15 tahun atau selambatnya usia 18 tahun.

Salam Pendidikan Peradaban 

#fitrahbasededucation

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...