Langsung ke konten utama

efek egocentric

Perubahan#6 

Efek dari egocentric ala aliran humanistic selanjutnya adalah apa yang kini banyak menjadi pembahasan karena dampaknya akan berlanjut pada anak dan keturunan yaitu toxic parents atau toxic relationship. 

Berikut tanda tanda apabila anda sudah terkena atau telah menjadi Monster Toxic Parents (Orangtua Beracun): 

Do You Being Overly Critical (Tukang Kritik)? 
Do You Pick On Your Child? (Sering Mempermalukan & Merusak Percaya Diri dengan Mengungkit Kebiasaan Buruk Ananda)?
Do You Talk Over Your Child? (Tak Menyimak, Memotong Pembicaraan)?
Do you Act as Tiger Mom and Dragon Dad, Want Success at Any Cost (Menuntut Prestasi atau Kinerja demi Pencitraan atau apapun)?
Do you use the Silent Treatment (Mengucilkan, Mendiamkan)? 
Do you Playing the Victim (Memanipulasi, Mendramatisir seolah dirinya sebagai Korban Kenakalan Anak)? 
Do You Put Your Feelings Before Your Child’s (Sibuk dengan Perasaan Diri Sendiri daripada Perasaan Anak)?  
Do You Over-care And Over-protect (Sangat Protektif atau Melindungi Berlebihan) ? 
Are You A Helicopter Parent (Tight Monitoring - Pengawasan Melekat)? 
Do you Breach privacy (Melanggar atau Mencampuri Privasi Anak khususnya yang sudah menjelang aqilbaligh)? 
 dll.

Jika banyak jawaban "Ya", nah berati anda bermasalah dan sudah kemasukan virus "toxic parents", maka segeralah "bertaubat" memperbaiki diri, berubahlah untuk kembali kepada fitrah. Jika diperlukan mintalah bantuan ahli, apabila berlarut maka efeknya akan buruk bagi ananda. 

Perhatikan beberapa dampak atas keburukan dari Toxic Parents 

Membenci Tuhan Atau Pandangan Buruk Tentang Tuhan atau agama (Penympangan Fitrah Keimanan)
Merasa Kering dan Gersang alias hidup kurang indah (Pemyimpangan Fitrah Estetika) 
Perilaku dikendalikan oleh Ketakutan, Marah atau Rasa Bersalah (Penyimpangan Fitrah Kedewasaan) 
Perasaan Ditolak atau Dibuang (Penyimpangan Fitrah Individualitas atau Sosialitas) 
Anak merasa goyah atau berjalan di atas kulit telur (Walk On Eggshells) karena takut mengecewakan Orangtua 
Sering merasa dimanfaatkan, dieksploitasi, atau tidak dihargai.
Merasa Tidak Pantas Dicintai Bahkan Merasa Dibenci (Fitrah Seksualitas)
Tidak merasan aman, rasa dihargagi yang rendah
Menjadi Perfeksionis dan Rentan Stress Atau Anxiety Disorder 
Suka Menyalahkan Bahkan Membenci Diri Sendiri
Waspada, Curiga, Tidak Mudah Percaya Dengan Orang Lain
Memiliki Relasi Yang Tidak Sehat
Seperti Lingkaran Setan, Berlanjut Pada Keturunan 
Gangguan Kejiwaan (Penyimpanan Fitrah Keseluruhan)

Akar penyebabnya adalah Ego Centric, yang berdampak pada luka pengasuhan masa lalu atau orangtuanya dahulu melalaikan tumbuhnya berbagai aspek fitrah sebelum memasuki pernikahan sehingga menjadi pribadi yang tak selesai dengan fitrah dirinya. 

Nah sebelum berlanjut menjadi tambah buruk pada anak dan keturunan, mari segera putus siklus kezhaliman ini, ayo berubah dan kembali kepada Allah dalam segela orientasi, kembali kepada panduan yang benar (Kitabullah) dan kembali kepada Fitrah yang lurus. 

#fitrahbasedlife
#fitrahbasededucation 
#fitrahworldmovement

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...