Untuk para Ayah, yang enggan turun tangan soal rumah tangga dan pengasuhan..
Membiarkan para ibu kelelahan mengurus semuanya sendirian.
Kepinginnya rumah rapih, makanan enak tersedia, istri cantik gak banyak curhat, dan anak anak anteng gak lari lari kesana kemari.
Mungkin kamu berpikir hidup itu semudah masuk gua, nyangkul, tau tau dapet emas batangan.
Ini rumah tangga sungguhan, Ayah. Bukan lagi main game Harvest Moon..
Untuk para Ayah, yang berpikir tugasnya sudah selesai dengan memberi nafkah..
Gak sadar bahwa ada istri yang butuh didampingi agar semangatnya tak patah.
Dikira istri semacam makhluk serba bisa. Gak bisa ngerasain capek, lelah, ataupun marah.
Hai Ayah, dengarlah. Bahkan Raissa Adriana pun bakal keluar tanduknya ngadepin anak tantrum kalo Hamish Daudnya cuma duduk leha leha aja.
Untuk para Ayah, yang hanya ingin terima beres..
Tanpa berpikir bahwa membesarkan anak anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak membutuhkan sesuatu yang disebut proses.
Karena anakmu bukan Kawa dan Kirana. yang saban hari di instagram cuma keliatan bagian lucu lucunya aja.
Untuk para Ayah, yang menolak hadir sebagai panutan, dengan alasan banyak kesibukan..
Tidakkah kau khawatir sosok "panutan" yang dipilih anakmu di luar sana jauh lebih membahayakan?
Pernah dengar nama awk*rin, any* ger*ldine, atau yo*ng lex, Yah? Belum? Cobalah gugling, mungkin dengan begitu kamu mendadak ingin join MLM supaya bisa kerja dari rumah dan dekat dengan anak sepanjang waktu.
Untuk para Ayah, yang merasa persoalan anak terlalu remeh untuk dipikirkan ketimbang mengejar target perusahaan..
Ingatlah bahwa perusahaan punya banyak karyawan, tetapi anak anakmu hanya punya 1 ayah yang bisa mereka andalkan.
***
Untuk para Ayah yang memilih untuk tak ada..
Coba pejamkan mata dan bayangkan sebentar.
Tentang anak lelakimu nanti akan yang tumbuh persis sepertimu. Gagap tentang urusan rumah tangga dan sulit hangat dengan anak anaknya.
Tentang anak perempuanmu yang menikah dengan lelaki persis sepertimu. Lelaki yang membiarkannya melakukan semua sendiri. Lelaki yang membuatnya menyimpan kelelahan hanya di dalam hati. Berulang kali.
Kemudian pola yang sama akan diturunkan lagi pada anak anak mereka. Cucu cucumu tercinta. Lalu menjadi lingkaran setan yang embuh kapan selesainya.
***
Untuk para ayah..
Ayo kembali ke rumah.
Rangkul istrimu, dengarkan curhatnya tentang tingkah laku anak anak seharian ini.
Tak perlu repot memberi solusi karena curhat bagi para istri sudah mengangkat 70% beban di hati. Sisanya biar diselesaikan dengan belanja online dan beberapa episod drama korea.
Peluk anak anak, tanyakan kabar mereka.
Ajak mereka berlari, bermain, bercanda, dan tertawa. Meski awalnya terasa wagu karna belum terbiasa.
Gak papa Ayah.. Gak perlu sesempurna ayah ayah tokoh parenting diluar sana. Buat anak anak, kamu adalah figur lelaki pertama bagi mereka. Kehadiranmu selalu istimewa.
***
Ayo kembali ke rumah, Yah..
Disaat anak dan istri masih merasa peranmu sangat dinanti
Sebelum semuanya terlambat ketika ada dan tiada dirimu rasanya gak ada beda. Biasa saja. Kalah sama abang sayur yang saat sehari ga dateng aja, bisa bikin ibu ibu sekomplek terpoteque poteque hatinya.
Ayo kembali ke rumah, Yah..
Karena melebihi rumah tipe 70, aset tabungan berjangka, dan garasi berisi mobil dua,
-meskipun kalo dikasih ya gak nolak juga-, kehadiranmu masih jauh lebih berharga..
💜Jayaning Hartami
Komentar
Posting Komentar