Apa tujuan pendidikan?
Tujuan pendidikan sangat tergantung makna pendidikan. Apabila makna pendidikan cuma dimaknai sekedar persekolahan, maka tujuan pendidikan ya mengejar prestasi akademis, maka ukurannya jumlah sarjana yang lulus tiap tahun.
Jika makna pendidikan sekedar pengembangan bakat, maka tujuan pendidikan adalah karir, paling mentok mencetak akademisi, professional atau pengusaha. Ukurannya adalah revenue dan devisa yang dihasilkan untuk negara.
Lalu dimana karakter? Karakter ini dilahirkan atau dibentuk? Samakah karakter dengan akhlak atau adab?
Padahal banyak manusia berprestasi akademis hebat dan berbakat mumpuni namun korupsi menggasak aset dan uang rakyat, buruk pada keluarganya, membenci agamanya dstnya.
Nah, begitulah apabila maknanya sepotong seotong, cuma hasil gutak gatuk ngakal, apalagi ngekor filsafat sekuler maka serba bingung dan melahirkan toxic baru peradaban.
Padahal makna pendidikan sangat erat dengan obyek yang dididik, yaitu manusia. Dan yang paling tahu siapa itu manusia adalah Sang Penciptanya. Dan Allah serta RasulNya telah menjelaskan apa itu manusia, dalam hal ini adalah tentang human nature atau fitrah.
Maka makna pendidikan tentulah bagaimana menjaga, merawat, mengembangkan kodrat atau fitrah manusia agar manusia itu tumbuh berkembang sesuai kehendak Allah.
Dalam makna pendidikan demikian maka tujuan pendidikan pastilah melahirkan manusia yang adil dan beradab juga bertauhid selaras fitrahnya. Kemudian jika dua hal ini tercapai maka selebihnya akan mudah tercapai yaitu persatuan, kerakyatan yang dipimpin hikmah dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pasti terwujud.
Sayangnya, menurut alQuran kebanyakan manusia tak mengetahui apa itu fitrah dan bagaimana menjaga, merawat dan menumbuhkannya. Apabila mengetahui dengan baik dan menerapkan dalam pendidikan maka niscaya manusia tumbuh sesuai kehendak dan kurikulum Allah, juga kompatibel dengan Dienul Fitrah atau Kitabullah.
Maka tak perlu ada kurikulum coba coba , tak perlu ada korban sia sia selama 200 tahun, tak perlu ada budak budak peradaban, tak perlu ada penjajahan peradaban yang menyengsarakan anak dan keturunan.
Mari kita kembali kepada Fitrah, bertaqwa kepadaNya agar mampu memahami hakekat hakekat dalam Kitabullah, mendirikan sholat agar senantiasa berorientasi hanya kepada Allah. Mari kita perbaiki makna dan tujuan pendidikan selaras dengan fitrah dan maksud penciptaan dan kehadiran manusia di muka bumi.
#fitrahbasededucation
Komentar
Posting Komentar