Assalamu'alaikum..
Hai ceceu..
Ijinkan saya menyampaikan tema exit way homeschooling.
Exit way homeschooling yg saya maksud disini adalah jalan keluar HS jika anak tdk dapat meneruskan pendidikan secara homeschooling karena keadaan atau lainnya.
Mengapa perlu jalan keluar HS?
Beberapa bulan lalu saya membaca ada 3 orang anak yang sebelumnya melakukan HS secara mandiri, mengalami kemalangan, yaitu kedua orangtuanya meninggal dan pengasuhan mereka di alihkan pada adik/kakak dr salah satu orang tua mereka. Sang Bibi tdk mengetahui apa itu homeschooling, ataupun output apa yg diharapkan orangtua anak ini inginkan dr mereka.
Kondisinya HS mandiri yg mereka lakukan anak2 ini tdk pernah disiapkan exit way dari HS yg mereka lakukan. Sehingga akhirnya karena ketidaktahuan pengasuh mereka (Bibi) ketiga anak tersebut harus memulai dr awal kelas 1 SD (mendaftar PKBM) padahal salah satu anak sdh dalam umur SMP. Sayang sekali bukan?
Dari cerita ini apa yg bs kita ambil hikmahnya?
1. Pahami jenis HS yg dilakukan. Cth: HS mandiri, HS semi schooling, HS schooling.
2. Sadarilah HS tidak bs dilakukan sendirian. Jika terjadi suatu hal dgn orangtua anak jgn sampai kehilangan akses untuk masa depannya. Karena itu buatlah suport system yg tepat untuk mereka, dari HS.
3. Penting untuk mensosialisasikan misi visi orang tua, kurikulum, portofolio pada orang2 dewasa disekitar anak2 (misalkan kakek /nenek, paman/Bibi, atau siapapun yg di percayai orangtua untuk menjadi pengganti pengasuh anak2nya jika ketidak adaan orangtua) .
4. Siapkan exit way homeschooling.
Bagaimana mempersiapkan exit way HS:
1. Pastikan memiliki catatan untuk Misi visi dan value keluarga yg dijalani.
2. Siapkan kurikulum untuk setiap anak secara khusus. Rencana pendidikan mereka, portofolio anak, dan lainnya.
3. Siapkan cara bagaimana jika anak perlu mengikuti pendidikan umum yg berlaku di Indonesia/luar.Karena bukan tidak mungkin sejalan berjalannya waktu anak perlu mendapatkan pendidikan umum.
4. Selalu pastikan anak2 mengetahui mengapa mereka HS, dan bagaimana jika tdk HS. Komunikasikan, karena tdk selamanya kita akan selalu membersamai mereka.
Kewajiban orangtua adalah memastikan anak dididik dengan baik dan pendidikan yg diberikan bisa menyelamatkan mereka di hari akhir nanti.
Sesuai dgn QS AT. Tahrim ayat 6:
66.At-Tahrim : 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Jangan sampai ketika kita (orangtua) tiada anak2 menjadi terabaikan pendidikannya, dan pastikan pendidikan mereka sebelumnya berkesinambungan dgn yg sudah di rencanakan keluarga tersebut.
Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi orangtua yg mendidik anaknya dgn Homeschooling, dan kerabat dekat mereka, atau orang2 disekitarnya.
Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar