Langsung ke konten utama

Talent Management di dunia Pendidikan, mungkinkah?

Talent Management di dunia Pendidikan, mungkinkah?

Talent Management (TM) biasanya akrab kita jumpai di perusahaan sebagai program pengembangan karir terutama bagi karyawan yang memiliki performance tinggi untuk dipersiapkan menempati posisi penting di perusahaan.

Mungkinkah TM diterapkan di dunia pendidikan? Jawabannya sangat memungkinkan, bahkan bisa jadi penerapan TM di perusahaan itu terlambat, karena TM erat kaitannya dengan rekruitmen dan penempatan karyawan, maka perlu singkron dengan sumber karyawan itu diperoleh, yaitu keluaran dunia pendidikan. Seharusnya semua yang bekerja di sebuah perusahaan itu talented, semua memiliki passion di lini bisnis proses perusahaan. Semua karyawan memiliki kelekatan (engagement) yang tinggi mensupport misi perusahaan. 

Darimana memulai TM di dunia pendidikan? Apakah hanya di pendidikan tinggi/kampus padahal kampus juga keluaran dari pendidikan dasar (SD, SMP, SMA). Bahkan hasil penelitian 87% mahasiswa Indonesia salah jurusan. Tak heran jika Human Development Index (HDI) Indonesia rendah sekali. Skor Engagement karyawan Indonesia juga rendah. 

Rasanya ada yang harus diperbaiki dari akarnya, yaitu mencari keunikan individu sehingga fit in karakter unik (talenta) dengan peran dalam berkarya. Baik sebagai karyawan maupun wiraswasta.

TM di dunia pendidikan adalah serangkaian tahapan untuk mengelola talenta melalui program edukatif untuk menghasilkan sosok yang lekat/cinta/engage dengan karirnya. Sekali lagi berkarya secara luas baik sebagai karyawan sebuah perusahaan maupun yang berkarya mandiri. 

TM perlu dimulai sejak usia dini sesuai tahapan perkembangan dan dikelola selamanya karena talenta melekat sepanjang hayat, dan manusia harus produktif selamanya. Melalui tahapan dan program yang tepat produktif selamanya akan sangat memungkinkan karena apa yang dikerjakan melekat di dirinya sebagai kekuatan diri (Strength) bukan sekedar kompetensi hasil dari pengetahuan dan ketrampilan saja tetapi ada unsur kegembiraan bersumber dari talenta yang merupakan karakter dasar bawaan sejak lahir. Sosoknya akan menjadi pekerja produktif yang Enjoy, Easy, Excellent dan Earn (4E).

Dengan demikian konsep dasar TM di perusahaan berbeda dengan di pendidikan. Program TM di perusahaan hanya ditujukan sampai masa pensiun, sedangkan TM di pendidikan untuk karir sepanjang masa. 

TM di pendidikan dapat di mulai sejak dini dengan tahapan target sederhana sesuai tahapan usia perkembangan yaitu usia 0 – 15 tahun deteksi hobi/kegemaran, 15 – 40 tahun mematangkan passion yang di ujung usia 40 tahun harus terkonfirmasi “what you are good at” , kemudian melanjutkan perjalanan 40 tahun dan seterusnya mematangkan Mission of life. 

Dengan demikian TM berlaku inclusive untuk siapa saja karena setiap individu memiliki talenta sejak lahir, bukan hanya milik yang performance tinggi saja.

#abhomemytalent
Fb diena syarifa 30 juni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...