Assalamualaikum wrwb..
Hai ceceu..
Ijin share tentang aku dan gadget(baca: mesin jahit) ku ya..
Gadget awalku punya ibuku sebenarnya, mesin jahit sin*er yg hitam itu dengan mejanya tanpa dinamo. Ibuku bukan penjahit, tapi bocoran dr nenekku ketika gadis dia senang menjahit dan craft tapi khusus untuk digunakan dirumah sendiri atau permintaan saudara.
Semua hordeng, taplak meja, dll di rumah buatan sendiri, khas gadis melayu jaman ibuku.
Ketika sdh memiliki anak, mesin jahitnya di taruh disudut rumah. Diberi taplak dan di taruh tanaman hidup di atasnya, menjadi pemanis ruangan tempat saya dan kakak sembunyi kalau main petak umpet.. he2..
Ketika saya sdh sekolah menengah saya mulai memakai si hitam sin*er ibuku. Membuat daster, baju jubah, tunik, dll. Tapi buat sendiri. Pernah ada yg meminta dibuatkan jubah. Alhamdulillah dia suka tapi saya kapok menerima jahitan lagi.
Setelah menikah saya tdk pernah menyentuh mesin jahit. Mesin jahit di rumah ibupun tdk pernah tersentuh lagi karena dari 3 perempuan anak ibu selain saya tdk ada yg tertarik menggunakannya.
Setelah anak ke 2 agak besar saya mulai merasa perlu mesin jahit, mulanya untuk memperbaiki baju/celana anak yg rusak karena terjatuh dan robek. Tapi ternyata mesin jahit sin*er hitam milik ibuku sdh ada yg minta. Potek hati saya.
Dengan alasan untuk memperbaiki baju anak yg rusak saya diijinkan membeli mesin jahit oleh paksu. Tapi saya tergiur dengan mesin portabel yg murah itu.
Akhirnya belilah saya mesin jahit xxx, baru 2 bulan penggunaan saat menambal celana jeans tipis anak jarumnya patah. Ketika saya ganti jarum, jahitan tidak pernah sebagus awal beli. Mulailah saya menanyakan service pada teman.
Dan saya ditertawakan dong.. dan dibilang tdk bisa diperbaiki. Sedih deh.
Saat sew&craft mengadakan workshop tas, saya mulai tertarik dan bertekat untuk membeli mesin portable yg bagus. Mulailah saya menabung.
Alhamdulillah setalah sekian lama sayapun bisa membeli mj ja**me yg terbilang cukup baik. Tapi saya on off menggunakannya karena si bungsu cemburu kalau saya sibuk sendiri menjahit dia tdk bs membantu.
Akhirnya saya mengalah, saya hanya menjahit celana/baju anak dan daster saya yg kadang sayang untuk dijadikan lap. (Baca: nambal) 😁
1 tahun berselang saat saya coba2 buat daster dari bahan maxmara karena bosan menambal. Tiba2 mesin jahit saya rusak tdk bs menjahit, waduh bagaimana ini? Setelah tanya2 dari teman, langganan toko benang bahkan pernah tanya di grup s&c ini juga. Hati saya ragu2, takut setelah service mj tdk bs kembali seperti awal beli. Bahkan sdh ada yg saya contact dan bersedia datang ke rumah. Tapi saya ragu2 dan akhirnya saya memilih ke toko penjualan mj si*er yg di dekat jembatan merah itu. Lumayan jauh dr gunungputri. Tapi akhirnya saya service di sana. Pertimbangannya toko tersebut sdh ada semenjak saya masih berseragam. Sdh lebih berpengalaman.
Belum 1 jam mesin jahit saya sdh ready. Dan ketika ditanyakan memang mesin portable umumnya seperti itu. Harus diservice rutin. Seharusnya setiap 6 bulan sekali service bagi pengguna rumahan seperti saya. Dan lebih sering kalau untuk usaha jahit.
Sekarang saya sdg melirik mesin obras.. Adakah yg bs memberi masukkan mesin obras yg cocok digunakan untuk pengguna rumahan seperti saya?
Mohon masukkannya..para mastah disini👃Terimakasih..
Komentar
Posting Komentar