Seorang ibu..
Senang, haru, tak percaya, berat, semua ada
Hari itu, shinta merasa diberkahi, telah lahir seorang putra yg sudah 2 tahun ini didambakan oleh keluarga kecil mereka.
2 kali keguguran sempat mengundang tanya dalam hati Shinta. Adakah dia perempuan yg dapat memberikan keturunan?adakah dia bisa membahagiakan suami yg dikasihinya?
Memang proses perkenalan sebelum menikah tidaklah lama. 3 bulan setelah berkenalan terus meminang, bulan ke 6 sudah menikah. Gado-gado rasanya hati shinta mengenang proses pernikahan nya. Seperti rollercoaster. Jump and down begitu terasa.
Sekarang anak tampan ini sudah dipangkuannya. Persis plek ketiplek mirip bapaknya. Tersenyum Shinta bila teringat gurauan teman-temannya, "takut ngak di akui ya"... Komentar mereka
Si kecil tampan ini semenjak sore hingga pagi tak berhenti menyusu. Seolah ASI yg didapatkannya tidak cukup. Buku panduan hamil dan melahirkan yg dibeli saat mempersiapkan kehamilan tidak satupun memberitahunya apa penyebab nya. Sementara Shinta kelelahan. Suaminya yg baik itupun tak tahu mau berbuat apa.
Sebuah saran yg diberikan kerabatnya membuat dia mengalah dan akhirnya memberikan susu formula.
Barulah sang pangeran tampannya tersebut dapat terdiam. Tertidur pulas.
Dengan perasaan bersalah Shinta yg kelelahanpun tertidur disisi buah hatinya.
Komentar
Posting Komentar