Saya Temmy, merupakan anak ke 3 dari 6 bersaudara. Walaupun saya lahir dan dibesarkan di kota Bogor, tetapi kedua orangtua berasal dr Sumatra Barat yg sangat kental pengaruhnya di rumah kami. Bapak saya seorang pedagang, dan dengan kesederhanaan nya dia mampu menyekolahkan kami ber 6 dengan baik.
Bapak saya adalah idola saya.. dengan kesibukannya diluar dia tetap menanam kan disiplin dan perhatian pada kami semua. Beliau seorang yg sabar, mau turun kedapur, dll.
Ibu saya adalah seorang perempuan tipikal perempuan Minang, keras, tegas, cerdas, dan mendominasi keluarga.
Semua itu mempengaruhi saya.
Setelah saya keluar dr SMP bapak merekomendasikan saya di SMAKBO. Disekolah inilah saya mengenal ilmu agama diluar ilmu yg didapatkan disekolah. Dan dengan padatnya persekolahan ketika saya keluar sekolah saya bagaikan katak yg keluar dr tempurung..
Mulai bekerja disebuah laboratorium kultur jaringan di sebuah pesantren, saya belajar agama, BHS Arab, dll. diluar waktu kerja saya.. Tapi tak lama hanya7 bulan saja, saya pindah kesebuah perusahaan minuman ringan bersoda, yg membawa saya menginjakan kaki pertama kali ke Malaysia.
Dikarenakan krisis moneter saya akhirnya pulang dan berbekal uang yg saya dapatkan, saya melanjutkan kuliah di universitas swasta di Bogor, yg saya tekuni sambil mengajar di 3 sekolah. SMP, MTS, dan SMA swasta. Tapi kemudian tawaran itu muncul kembali.. saya diminta bekerja ke Malaysia kembali. Saya cuti belajar dan bekerja di Malaysia selama 2 tahun. Hampir menetap ke Malaysia, ternyata takdir saya bukan disana. Sayapun kembali melanjutkan sekolah sambil bekerja dengan status magang di LIPI Limnologi Cibinong.
Takdir akhirnya membawa saya ke Gunung Putri bekerja disebuah perusahaan dan akhirnya menemukan jodoh sehingga memiliki 2 anak. Dan menyelesaikan sekolah saya.
Tahun 2015 saya tertarik dengan sebuah
Seminar yg membuka mata saya akan makna lain dr mendidik.
Saya berproses berubah dlm mendidik anak, saya bergabung di komunitas2 parenting dan Alhamdulillah banyak perubahan yg baik menurut suami.
Kemudian kami memutuskan untuk berhs dengan kesadaran penuh bahwa mendidik itu bukan hanya disekolah, dan tanggungjawab mendidik ada pada pundak orangtua bukan guru sekolah.
Dan kami yakin bahwa Allah tdk akan membebankan sesuatu diluar kemampuan kami.
Dan banyak keajaiban terjadi, ketika ber HS ini Allah betul-betul memampukan kami untuk mendidik anak-anak kami. Ungkapan Rise your Children rise yourself. Benar-benar terjadi.
Tahun April 2020 saya mengikuti training TM dan hasil dr assessment urutan bakat saya adalah Strategic, Responsibility, Developer, Connectednes, Disiplin, Command, Ideation.
Saya percaya tidak ada yg kebetulan, semua itu sudah merupakan rancangan Allah. Semoga selalu dimampukan, semoga selalu ditunjukan jalan, untuk kami mengejar cita-cita berkumpul bersama di syurganya Allah. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar