Langsung ke konten utama

Heroic Leadership

Heroic Leadership 

Merenungi ucapan dari seorang guru saya, bahwa ummat hari ini mengalami krisis leader atau krisis pemimpin dan kepemimpinan. Fenomena banyaknya pemuda hijrah, ghirah kembali kepada Islam, tak diimbangi munculnya pemimpin yang mampu menjadi arsitek bagi kebangkitan ummat. 

Ustadz influencer yang menyejukkan dan mempesona, dengan narasi dan ilmu mumpuni mengagumkan mungkin banyak, tapi untuk sampai kepada derajat leader tentulah punya kriteria dan syarat berbeda.

Saya mencari inspirasi dari buku buku yang menjelaskan kepemimpinan Rasulullah SAW. Saya menemukan karya Dr Syafii Antonio , cukup mencengangkan karena beliau memberikan 8 dimensi karakteristik kepemimpinan Rasulullah SAW, yang ternyata sejalan dengan 8 fitrah.

Subhanallah, saya yakin bukan kebetulan, karena saya belum pernah diskusi dengan beliau, ternyata ada kesamaan antara 8 model leadership Rasulullah SAW dengan 8 dimensi fitrah. 

Kedelapan model kepemimpinan tersebut yaitu 

1. Kepemimpinan dalam dakwah (fitrah keimanan - change maker), 
2. Kepemimpinan dalam keluarga (fitrah generatif - regeneration maker), 
3. Kepemimpinan dalam sosial (fitrah sosialitas - social maker), 
4. Kepemimpinan dalam pendidikan holistik (fitrah belajar atau intelektualitas atau innovation maker),
5. kepemimpinan dalam hukum (fitrah estetika dan etik), 
6. Kepempinan dalam bisnis (fitrah bakat - solution maker) 
7. Kepemimpinan dalam militer (fitrah jasmani)
8. Kepemimpinan dalam pengembangan diri (fitrah perkembangan atau kedewasaan - growth maker).

Saya semakin meyakini bahwa fitrah memang benih yang Allah persiapkan untuk ditumbuhkan dengan hebat sehingga manusia mencapai peran peradaban terbaiknya dengan semulia mulia adab, sebagai tugasnya menjadi khalifah di muka bumi. 

Prof Naquib alAttas menyebutnya Good Man. InsyaAllah saya akan terus menggali model kepemimpinan berbasis fitrah dan ilmu yang benar.

Pendidikan hari ini harus memenuhi kebutuhan ummat, bahwa ummat hari ini membutuhkan sosok pemimpin, namun bukan sekedar pemimpin karbitan hasil training outbound sebulan, namun pemimpin yang berjiwa pahlawan yang memenuhi model kepemimpinan ala Rasulullah SAW di atas.

Maka setiap anak generasi harus ditumbuhkan fitrahnya dengan baik, dipandu ilmu yang benar, ditempa dalam pengalaman di alam dan di kehidupan nyata sehingga memiliki kepemimpinan yang berjiwa pahlawan (Heroic Leadership).

Kepahlawanan ternyata adalah fitrah manusia, karena sejatinya setiap manusia adalah pahlawan sesuai fitrahnya, yang dihadirkan pada tempat dan waktu yang tepat.

________

Saya coba membuka kembali buku kepemimpinan versi peradaban lain, saya temukan sebuah buku di perpustakaan saya, judulnya Heroic Leadership (2003), karya Chris Lowney,  ini tentang para pahlawan dari kalangan Jesuit, sebuah Ordo dari agama Katholik yang banyak melahirkan para Warior atau Ksatria.

Umumnya mereka kini banyak bergerak di bidang sosial, menjadi pemimpin hebat dalam sosial maupun bisnis. Saya menemukan kesimpulan bahwa  karakteristik Heroic Leadership adalah 

1. Kesadaran Jiwa dan Menata Jiwa
2. Pengembangan Diri seumur hidup 
3. Ingenuitas yang memicu inovasi, kreatifitas dan mental Glbal 
4. Jangan Menolak Orang Berbakat dan siapapun yang berkualitas 
5. Menyatukan Team dengan berbagai Bakat 
6. Membayangkan yang tak mungkin dan Melakukannya 
7. Pentingnya Keberanian Luarbiasa 
8. Cara Bertindak dengan Nilai Inti (Core Value)

Ternyata ada 8 juga... 
_______

Tiba tiba, Guru saya yang saya sangat cintai, Prof Wan Mohd Nor Wan Daud, mengirimkan link mengenai  ulasannya tentang sebuah buku yang meneliti para pahlawan dari perspektif Barat, sejak masa Aleksander Yang Agung, sampai kepada Churcil. Surprise! 

Buku ini karya Paul Johnson, judulnya Heroes: From Alexander the Great dan Julius Caesar hingga Churchill dan De Gaulle (2007):

Beliau menyimpulkan bahwa bberapa pemikiran kunci, menurut Beliau, setelah membaca karya tersebut bahwa merupakan kebutuhan dalam melahirkan kepemimpinan untuk menanamkan:

1) Ketulusan Tujuan
2) Kemandirian Intelektual melalui Budaya Pengetahuan yang Mendalam
3) Sikap Kritis terhadap Opini Populer
4) Tindakan Tegas dan Konsisten
5) Keberanian Pribadi dalam Pikiran dan Tindakan
6) Mengabaikan Kritik Negatif dan Tidak Produktif
7) Kemampuan Mengenali dan Mengakui Pemimpin Sejati Kita di Segala Bidang
8) Percaya pada Kasih Sayang, Rahmat dan Keadilan Allah

Nah ternyata ada 8 juga, apakah kebetulan?

Saya tidak yakin ada yang kebetulan, saya meyakini pasti ada rencana Allah. Dan begitulah Ilmu, ketika kita selalu mencari Kebenaran dalam perjuangan yang kita yakini, tidak sombong dan tidak merasa benar sendiri, mau terus merendah belajar kepada siapapun dengan memegang prinsip dynamic stabilism maka Allah kirimkan semua Ilmu yang kita butuhkan. InsyaAllah... 

______

Mari kita rombak model pendidikan kita, baik di rumah maupun lembaga agar mampu melahirkan para pahlawan yang memiliki karakteristik Heroic Leadership selaras fitrahnya, dalam semua bidang, maka kelak secara kolektif akan tegaklah Khoiru Ummah. Allahumma aamiiin 

Silahkan direnungkan... 

#fitrahbasedlife 
#fitrahbasededucation

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...