YuAssalamu'alaikum. Wr.wb
Apa kabar para ayah bunda hebat semua?
Saya mau relay bedah buku *Tarbiyatul Aulad* karya Abdullah Nashih Ulwan di grup Fasnas...
Maaf baru sempat relay🙏
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
*Bedah Buku*
*Tarbiyatul Aulad Fil Islam*
Karya Abdullah Nashih Ulwan
Bersama Ani Ch
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Bab 2 Pasal 1
*Tanggung Jawab* *Pendidikan Iman*
(Bagian 1)
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Sebelum pada pokok bahasan, saya akan ceritakan dialog antara ibu & anak sebelum tidur.
"Bunda, mana si Piko"
"Sayang, kita sedang di rumah nenek, bonekamu kan ditinggal di rumah"
"Piko sendirian di rumah..kasihan kan..hari ini aku belum mandikan dia, belum gantikan baju dia"
"Hebat..anak mama ingat tugasnya utk jagain & ngerawat Piko ya.."
"Tapi bunda..aku nggak bisa tidur kalo nggak ada Piko"
"Sayang...tidak boleh bilang begitu..Allah yg buat kamu tidur bukan Piko. Baca doa, minta ditidurkan sama Allah, minta juga dibangunkan besok pagi"
Benda kesayangan memang bisa dijadikan media tanggung jawab...tapi anak2 yg merasa "tdk bisa" tanpa benda kesayangannya tdk boleh kita biarkan, sederhana namun merusak keyakinan. Kosakata "Allah" harus kita lekatkan pada anak ketika menjelaskan mengapa segala sesuatu bisa terjadi..ya hanya karena ada kekuasaan Allah.
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Mama...mama, main ciluk ba yuuuk...lalu mamanya segera menutup muka _ciluk_ lalu membuka tangannya _ba_. Lalu sembunyi didlm selimut _ciluk_ dan buka selimut _ba_.
"Mama tadi gak keliatan ya..padahal mama kan ada ya..hihihih"
"Iya sayang..makanya mama bilang Allah itu ada meski nggak keliatan"
Mengajak anak bermaian 'cilukba' adalah media pembelajaran keimanan "Ciluk" mewakili sesuatau yg tdk tampak "Ba" mewakili sesuatu yg ada dibalik yg tdk tampak.
"Mama...hujan turun...waaaa...darimana ya air yg banyak ini"
"Dari Allah...sayang..."
"Mana...Allah nggak keliatan"
"Waktu kita main cilukba..mama kan juga pernah gak keliatan, tapi kamu tau mama ada..kan denger suara mama"
Kita perlu meyakinkan anak bahwa Allah itu ada, dibalik segala ciptaanNya ini agar anak mulai berpikir tetang tanda2 kekuasaan Allah.
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Syaikh Abdullah Nashih Ulwan menuliskan beberapa petunjuk dalam mendidik anak2 kita agar memiliki keimanan:
🍂Membuka kehidupan anak dg kalimat 'Tiada Tuhan selain Allah'
"Bacakanlah kepada anak2 kamu kalimat pertama dg Tiada Tuhan selain Allah" (HR Al Hakim)
🍂Membimbing anak beriman pd Allah dg mengamati ciptaanNya, dimulai dg menunjukkan hal2 konkrit yg menunjukkan kekuasaan Allah.
"Dialah yg telah menurunkan air hujan dari langit untukmu.....Sesungguhnya yg demikian itu benar2 ada tanda kekuasaan Allah bagi kaum yg memikirkan" (QS An Nahl : 10)
🍂Menanamkan perasaan selalu ingat pd Allah dalam setiap tindakan & perilakunya di setiap waktu. Jangan sampai anak melakukan perbuatan tidak baik karena Allah senantiasa melihatnya.
"Beribadahlah karena Allah, seakan akan engkau melihatNya, Dan bilan engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia melihatmu" (HR. Bukhari)
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
*Bedah Buku*
*Tarbiyatul Aulad Fil Islam*
Karya Abdullah Nashih Ulwan
Bersama Ani Ch
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Bab 2 Pasal 1
*Tanggung Jawab Pendidikan Iman*
(Bagian 2)
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
"Angkat tangan kananmu...angkat tangan kirimu..pegang mata yg kanan..pegang telinga yang kiri" inilah sepenggal lagu tebak2an yg sering saya lagukan ketika bersama anak2
Di waktu yg lain, saya akan mencampur kancing baju warna hitam & putih lalu mengajak anak2 utk memasukkan ke kotak berbeda sesuai warnanya.
Pada kesempatan lain, saya akan minta anak2 untuk menunjukkan gambar sesuai petunjuk saya,"mana kotak, mana lingkaran".
Apa maksud ini semua? Maksudnya adalah untuk membantu anak2 mendapatkan kemampuan klasifikasi, salah satu tugas perkembangan kognitif anak usia dini. Mengapa ini penting? Saat mereka berusia dini, mungkin kita mengajarkan hal sederhana, ini kanan atau kiri, hitam atau putih, kotak atau lingkaran...kemampuan yg sama~klasifikasi~ kelak akan berkembang menjadi tingkatan abstrak & kompleks, anak akan tahu bedanya benar atau salah, halal atau haram.
Ketika anak telah mengenal klasifikasi, maka kita perlu melakukan penegasan atau pelurusan ketika anak2 salah melakukan. Ketika lihat anak makan pakai tangan kiri, tanyakan mana tangan kanannya. Ketika anak salah masukkan kancing hitam dlm kotak cancing putih, betulkan. Ketika anak melakukan sesuatu yg tidak pantas, katakan dg tegas " itu tidak boleh". Jadi anak akan paham ketika mereka sudah "tahu apa bedanya", maka mereka harus "melakukan" sesuai dg aturannya & "tidak melakukan" yg tdk sesuai aturan.
Banyak orang berbuat maksiat bukan krn "tidak tahu" itu tidak boleh tapi sekedar "tahu" tanpa melakukan dg benar apa yg sudah tahu.
Penegasan pada anak utk melakukan yg diperintahkan & menjauhi yg dilarang akan menjadi bangunan pembedaan halal & haram dalam diri anak.
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Pada suatu maghrib, aku & suami berkunjung ke rumah teman. Stelah shalat di masjid dekat rumah teman tsb, kami mengetuk pintunya. Rencananya, aku akan memeriksa anaknya yg kelas 1SD krn ortunya mengeluhkan sulitnya memotivasi anak utk membaca & menulis. Betapa herannya kami, di jam spt ini anaknya ternyata masih tidur. Ketika masuk waktu isya, si anak belum juga bangun, bearti lewat kan shalat mahribnya. Ketika kami tanyakan kenapa tidak dibangunkan, jawabnya begini "Kasihan..anaknya capek, kan sekolah fullday, jadi kalo pulang sering kecapekan & langsung tidur"
Bayangkan...jika ketika masih kecil spt ini anak dibiarkan tdk sholat krn alasan capek, maka dia tidak akan terbiasa utk mendahulukan ibadah, bahkan bisa jadi ketika besar akan meremehkan shalat. Padahal dlm kondisi sakit pun, kita tidak boleh meninggalkan sholat apalagi hanya utk alasan capek.
Ibadah adalah proses ritual, ada serangkaian kegiatan fisik berulang2 dlm melakukannya. Jika tidak dilakukan pembiasaan maka anak tidak akan terbiasa beribadah. Orang dewasa yg mudah beribadah yg sudah "terbiasa" krn sudah biasa, maka ibadah jd kebutuhan yg jika ditinggal terasa hidup tak lengkap. Orang dewasa yg biasa meninggalkan ibadah krn "tidak terbiasa" ibadah, sehingga tanpa ibadah hidup terasa baik2 saja.
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Syaikh Abdullah Nashih Ulwan menuliskan beberapa petunjuk dalam mendidik anak2 kita agar memiliki keimanan:
🍂Mengenalkan hukum halal & haram pd anak sejak dini dg cara mengajak anak menaati perintah Allah & menjauhi larangan Allah. "Ajarkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan takut berbuat maksiat pada Allah serta suruhlah anak2mu untuk menaati perintah2 dan menjauhi larangan2. Krn hal itu akan memelihara mereka & kamu dari api neraka" (dari Ibnu Abbas r.a).
🍂Menyuruh anak untuk beribadah sejak dini, ketika anak terbiasa beribadah sejak keci maka anak akan terbiasa menaati Allah, melaksanakan hakNya, bersyukur padaNya, kembali padaNya, dan berserah diri padaNya. Dg mengajak anak beribadah, anak akan mendapat kesucian rohani, kesehatan jasmani, & kebaikan akhlaq.
"Perintahkanlah anak2mu menjalankan ibadah sholat jika mereka sudah berusia tujuh tahun" (HR Al Hakim & Ibnu Daud)
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Ini 🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
*Bedah Buku*
*Tarbiyatul Aulad Fil Islam*
Karya Abdullah Nashih Ulwan
Bersama Ani Ch
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Bab 2 Pasal 1
*Tanggung Jawab Pendidikan Iman*
(Bagian 3)
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Aku pernah menjadi juri lomba pidato antar kelas (dulu di sekolah kami, saat anak2 selesai ulangan bersama, sekolah mengadakan kegiatan2 non akademik), salah satu orasi paling berkesan disampaikan anakku Fizu..
"Hari ini sya berdiri disini tanpa persiapan apapun lomba pidato, tapi krn kesepakatan kelas, sayalah yg mewakili, maka saya disini. Krn saya tdk siap pidato saya akan cerita saja.
Kemarin sore, pulang sekolah saya lelah sekali krn seharian mengurus byk hal sbg pengurus OSIS, sampai di rumah ternyata ada arisan keluarga. Saya caapeeekk sekali. Tapi hati nurani saya bilang, ayo fizu..bantu..maka saya bantu2 sampai semua tamu pulang. Sya baru masuk kamar menjelang tengah malam.
Dini hari, saya terbangun dering hape, hmmm ini lail call rdr ustadah..rasanya tdk ingin bergerak krn tubuh masih sgt lelah. Tapi hati nuraniku bilang..angkat zu..sudah jd komitmen kan. Maka kujawab miscall dr ustdah dg misscall lalu aku misscall temanku..setidaknya tanggung jawabku selesai, rantai misscall ini jalan. Ak sudah akn memejamkan mata..tp hati nuraniku bilang..sholat zu...misscall td artinya ngingetin kmu sholat..dg gontai, aku ambil wudhu..segar..sholat 2 rakaat saja, tambah witir lalu aku rebahan lagi di kasur.
Belumlah mataku terpejam..dering telp rumah bunyi..1 2 3, tdk ada yg angkat..semua pasti lelah krn acara td malam..masih terus berdering..sampai yg ke7, hati nuraniku bilang..angkat zu..mungkin penting. Akhirnya ak bangun, kuangkat telp..langsung terdengat suara tangis tersedu2, kakakku mengabarkan ibu mertuanya tiada..aku segera bangunkan mama papa. Mrk bangun & lgsg siap2 takziah ke luar kota.
Dan pagi td, rasanya aku sdh tdk ingin masuk sekolah, tp hati nuraniku bilang..brkt zu..urusan OSIS hr ini byk sekali..ada lomba pidato juga..nanti teman2mu bingung kalo gak ada.
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Fizu..anak berusia 16 thn telah punya HATI NURANI..dan berkomitmen melaksanakan suara hatinya...bagaimna supaya seorang anak punya hati nurani spt ini..yg terus bisa menyuarakan kebaikan? Yg juga diiringi semangat utk bertindak sesuai hati nurani itu..
Pd 1 kesempatan, ak bertemu ortunya dlm bentuk home visit..setelah panjang lebar diskusi ttg perkembangan anak di sekolah, aku ceritakan kejadian di atas..dan kmdian bertanya apa resepnya utk mendidik anak bisa jadi bgtu.
Tidak ada yg istimewa jawab sang ibu, kami hanya mengutamakan ajaran agama dlm mendidik anak. Setiap hr minggu, kami rutin datangkan ustad ke rumah, kami baca Quran bersama lalu mengkaji isinya. Lalu ustad ini akan bertausiah ttg sirah..krn anak2 kan suka cerita, ttg kehidupan Nabi Muhammad, kaluarganya, sahabat2nya, dan diuraianlah pelajaran2 ttg sirah itu. Nah, supaya yg disampaikan ustad ini makin diingat oleh anak2, kami budayakan berkumpul sblm tidur, anak2 akan dtg ke kamar..mceritakan hari mereka, lalu saya & papanya akan mngomentari..sambil ngobrol..kami terus ingatkan utk selalu berbuat baik, tdk lupa ibadah, selalu ingat Allah, & selalu sempetin baca Quran. Itu saja..
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Syaikh Abdullah Nashih Ulwan menyatakan bahwa pendidikan iman bisa dilakukan dg mendidik anak mencintai Rasul, Keluarganya, dan membaca Quran.
"Didiklah anak-anakmu pada 3 hal, mencintai Nabi kamu, mencintai keluarganya, dan membaca Al Quran. Sebab, orang2 yg ahli Al Quran itu berada dlm lindungan singgasana Allah pd hari tdk ada perlindungan selain perlindungan-Nya beserta para Nabi-Nya dan orang2 suci" (HR Ath Thabrani)
Agar cinta Rasul, anak2 harus diajarkan tentang kehidupannya..makanya Sirah Nabawiyah penting diagendakan rutin pada anak.
Rahasianya adalah agar anak2 mampu meneladani perjalanan hidup org terdahulu.
Sangat penting juga menyerahkan anak2 pd pendidik yg dapat mengajarkan mereka Quran, agar anak2 bisa membaca juga memahami isinya.
Selain mendatangkan pendidik yg memahami Quran, orangtua perlu terus mengawal anak agar pendidikan iman terus menguat, antara lain
🍂mengingatkan anak utk terus bertafakur ttg kebesaran Allah.
"Dan Dia sebarkan di bumi segala jenis hewan, perputaran angin dan awan yg dikendalikan antara langit & bumi, sungguh terdapat tanda2 kebesaran Allah bagi kamm yg memikirkan" (QS Al Baqoroh 164)
🍂menanamkan jiwa taqwa agar semangat beribadah dg khusuk & bergetar hatinya ketika mendengat ayat Allah.
"Sesungguhnya beruntunglah org2 yg beriman (yaitu) org2 yg khusuk dlm sholatnya" (QS Al Mu'minun 1-2)
🍂menanamkan perasaan utk selalu ingat Allah.
"Beribadahlah kpd Allah, seakan2 engkau melihatNya. Dan bila engkau tdk melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu" (HR Bukhari)
🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼🍂🌼
Komentar
Posting Komentar