Struktur berpikir
Temmy IP Bogor
Canman Matrikulasi #8
struk·tur n 1 cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; 2 yang disusun dengan pola tertentu; 3 pengaturan unsur atau bagian suatu benda; 4 ketentuan unsur-unsur dari suatu benda; 5 Ling pengaturan pola dalam bahasa secara sintagmatis;(KBBI)
Struktur adalah pengaturan dan pengorganisasian unsur-unsur yang saling terkait dalam suatu objek material atau sistem, atau objek atau sistem yang terorganisasi. (Wikipedia)
ber·pi·kir v menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dalam ingatan: lama ia ~ sebelum menjawab pertanyaan itu; pengalaman pada zaman lalu telah membuat ia matang ~;~ panjang mempertimbangkan baik-baik; (KBBI)
Jadi struktur berpikir adalah Cara-cara atau tahapan melakukan proses berfikir yang menggunakan akal Budi untuk mempertimbangkan sesuatu.
per·a·dab·an n 1 kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin: bangsa-bangsa di dunia ini tidak sama tingkat ~ nya; 2 hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa;( KBBI).
Berpikir yg terstruktur adalah cara/tahapan manusia dalam memecahkan suatu masalah/tantangan yg dihadapi dengan menggunakan pengetahuan yg dimiliki nya.
Design thinking adalah metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Design thinking ini sangat berguna dalam mengatasi masalah kompleks dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat, dengan membingkai ulang masalah, dengan cara yang berpusat pada manusia, dengan menciptakan banyak ide dalam sesi brainstorming, dan dengan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan ide prototipe dan pengujian.
Lima tahap Design Thinking ialah: Empathize, Define, Ideate, Prorotype, dan Test. Hasso-Plattner di Stanford (d.school).
1. Emphatize
Tahap pertama ialah untuk mendaptkan pemahaman empatik dari masalah yang ingin dipecahkan. Pada tahap ini dilakukan pendekatan terhadap customer kita. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh mereka. Hal ini dapat dilakukan terjun langsung ke lapangan bertemu dengan mereka melakukan wawancara dan dapat juga bertindak seolah menjadi mereka. Agar permasalahan customer yang benar-benar ingin diselesaikan dapat berjalan dengan lancar.
2. Define
Informasi yang telah dikumpulkan selama tahap Empathize, dianalisis dan disintensis untuk menentukan masalah inti yang akan diidentifikasi. Tahap define ini akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah customer karena telah dilakukan penetapan masalah.
3. Ideate
Tahap ini merupakan tahap untuk menghasilkan ide. Semua ide-ide akan ditampung guna penyelesain masalah yang telah ditetapkan pada tahap define. Penting untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin atau solusi masalah di awal fase ide. Untuk tahap akhir ialah penyelidikan dan pengujian ide-ide tadi untuk menemukan cara terbaik untuk memecahkan masalah atau menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang nantinya terjadi.
4. Prototype
Pada tahap ini akan dihasilkan sejumlah versi produk yang murah dan diperkecil, atau fitur khusus yang ditemukan dalam produk, sehingga dapat menyelidiki solusi masalah yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Prototype ini dapat diuji dalam tim sendiri, atau ke beberapa orang lain. Ketika ada masukan maka dilakukan pebaikan lagi pada prototype ini, sehingga dihasilkan prototype yang benar-benar bagus.
5. Test
Dilakukannya pengujian dan evaluasi terhadap produk kepada masyarakat dan hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang produk dan penggunanya.
Nah, pada kelima tahap ini jika ada kegagalan disalah satu tahap dapat kembali ke tahap yang memungkinkan itu dapat diperbaiki. Contoh pada tahap Ideate tidak menghasilkan penyelesaian masalah, maka dapat kembali lagi ke tahap Emphatize.
Bagaimana cara struktur berpikir tentang peradaban tergantung dari sejauh mana manusia yg menjalani struktur berpikir tersebut melalui tahap berpikir dalam dirinya.
Contoh jika ingin mengenalkan Ibu Profesional dalam Program Matrikulasi berarti program tersebut harus memenuhi ke 5 tahapan berpikir tersebut sehingga dalam diri peserta terbangun suatu kesadaran secara utuh yg dapat membuat perubahan kearah yg baik secara signifikan pada peserta program.
Apa hubungannya dengan peradaban? Satu orang Ibu bahagia yg melakukan kebaikan dalam hidupnya akan berdampak pada satu keluarga tersebut awalnya. Setelah beberapa lama sejalan dengan waktu akan memberikan dampak positif bagi lingkungannya. Lingkungan yg baik akan memberikan dampak yg baik bagi kehidupan lingkungan tersebut kedepannya sehingga kebaikan yg berulang dan berlangsung ini akan membawa perubahan terhadap Peradaban yg akan datang.
Menurut saya melakukan perubahan terhadap cara pandang atau cara berpikir orang terutama ibu terhadap suatu masalah/tantangan akan membuat sebuah perubahan besar terhadap tantangan manusia disekitarnya untuk kedepannya. Sehingga Ibu Profesional akan memberikan perubahan yg baik bagi peradaban khususnya para ibu dan umumnya peradaban manusia Indonesia untuk masa depan.
Mendidik 1 ibu sama dengan mendidik masa depan manusia Indonesia.
Sumber:
KBBI, Wikipedia,
https://medium.com/@murnitelaumbanua98/5-tahap-design-thinking-menurut-stanford-d-school-e06f871c45c9
Komentar
Posting Komentar