MENGHEMPAS BELENGGU INNERCHILD
Trauma pengasuhan masa lalu jika tidak di putus mata rantainya maka akan menjadi beban seumur hidup sampai ke anak cucu. Semua perlakuan orang tua ke anak terekam rapi dalam memory membentuk jejak skema di otak dan menjadi Boomerang bagi generasinya.
Innerchild negatif adalah benang merah dari karakter buruk kita,karena luka batin terus menurun jika terus pasrah pada keadaan dan tidak mau belajar, menyerah berproses.
Memukul,membentak,mencubit, makian, sumpah serapah bukan karakter tapi pengulangan kejadian ketika otak terstimulasi terhadap aksi dan reaksi ketika di didik sewaktu kecil.
Misal ; Ketika kita kecil, "tidak sengaja menjatuhkan piring dan pecah.. seketika ibu teriak dan memaki, kemudian memukul atau mencubit tangan kita, di bentak untuk memungut serpihan beling" kemudian..sekarang saat si anak menjadi seorang ibu terulang kembali "anaknya menjatuhkan piring dan pecah, maka refleks perlakuan nya kepada anaknya memukul,atau berkata kasar tadi".
Makanya banyak ibu-ibu yang tau teori sabar,tapi sulit menahan diri. Faham teori ikhlas dan syukur tapi prakteknya terasa membal semua. Karena semakin belajar, semakin ia mau berubah,seperti duri yang di Tarik dari daging 'Sakiiit..', menyamakan kasih sayang semua anak ketika dulu ia di pilih kasih dengan kakak atau adik. Berusaha tenang saat anak tantrum,disaat dulu ia di Jambak ketika ngamuk padahal itu adalah fase mengenal emosi negatif. Terus mengenali diri dan memperbaiki komunikasi padahal dulu ia tidak tau kenapa ibu ayahnya setiap hari bertengkar..
Ya,jika kita punya orang tua miskin maka kita bisa berusaha menjadi kaya atau mapan sekuat tenaga mengubah nasib. Begitu juga,ketika kita punya orang tua yang kasar,keras didikannya, kotor lisan dan ringan tangannya maka kita bisa "MenSTOP cukup! Sampai di saya saja, jangan lagi saya turunkan luka batin itu ke anak dan cucu hingga cicit saya"
Belajar prosesnya tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin..
_Nurna Setia Ningsih_
Komentar
Posting Komentar