Langsung ke konten utama

Suami tak tangguh

🌳🌳🌳

Suami Tak Tangguh

Ada ibu seorang PNS mengeluh, sejak ia jadi PNS suaminya merasa "kalah bersaing" lalu jadi malas bekerja, makin lama makin memburuk dalam mencari nafkah.

Ibu yang lain mengeluh, sejak suaminya resign atau phk terhormat, ia tak mampu bangkit kembali. Makin lama makin tak jelas maunya apalagi tanggungjawabnya.

Ibu yang lain merasa dirinya memburuk sejak suaminya terpuruk dan tak mampu bangkit lagi setelah bisnisnya ambruk.

Ibu yang lain bingung, karena sejak ia hamil anak pertama, suaminya seolah tak siap jadi ayah, semakin hari semakin malas dan mengeluh sakit ini dan itu.

Ibu yang lain mirip kasus di atas, ia menggugat cerai suaminya karena suaminya "melarikan diri ke rumah orangtuanya" dan tak mau memberi nafkah sejak suaminya itu mengetahui istrinya hamil.

Ibu yang lain merasa galau, suaminya banyak rencana dan tak berani mengambil keputusan, seolah kepalanya dipenuhi ide ide namun tak satupun berani di eksekusi.

Ibu yang lain putus asa, suaminya "bersembunyi" dalam bungkus agama, menyibukkan dirinya untuk ikut aktifitas keagamaan ini dan itu, tetapi semakin malas mencari nafkah dan "ogah" terlibat mendidik anak.

Ibu yang lain kecewa, suaminya sangat rapuh, namun egois, tak bisa diajak bicara baik baik, mudah tersinggung namun susah bertindak produktif.

Kasus seperti di atas jika ditulis, barangkali bisa sangat panjang dengan beragam variasinya, namun intinya sama, yaitu hari ini banyak ditemukan para suami yang tak tangguh, mudah menyerah, tak berani mengambil keputusan, melarikan diri dari tanggungjawab dengan beragam cara dstnya.

Bagaimana sikap para istri seharusnya menghadapi suami seperti di atas. Seolah seperti berada dalam penjara, lari bermasalah, diam saja bisa sakit jiwa. Rasanya ingin pisah namun kasihan anak anak dsbnya.

Para Ibu yang baik, sebelum melompat ke "bagaimana", maka tenangkan hati dan fikiran. Yakinlah bahwa semua ini pasti ada maksud Allah, berarti kita dianggap mampu oleh Allah untuk menghadapinya.

_Ketahuilah bahwa setiap pernikahan bukanlah kebetulan, adalah semuanya atas izin Allah jika sudah terjadi, maka jadikan sebagai jalan untuk memperbaiki diri dan menambah pahala kebaikan, melatih ketangguhan dan menghapus dosa dosa. Jangan pernah memusuhi suami, banyaklah mendoakannya._

Berikutnya, jangan ambil keputusan dalam keadaan galau atau juga jangan tegesa membuat solusi pendek yang bahkan akan melebarkan masalahnya. Yang perlu dicatat juga adalah jangan pernah curhat pada bukan ahlinya apalagi bukan mahram, itu memicu dan memacu gosip, aib dan perselingkuhan. Curhatlah kepada Allah dan datanglah pada ahlinya utk diselesaikan.

Jika mampu melakukan sendiri, coba gali, akar masalah pada diri suami, mengapa ia bisa seperti itu, makin dalam menggali akar masalah dan potensi perbaikannya maka makin mudah menemukan solusinya dan merencanakan ke depan.

Dalam banyak kasus, suami merasa tidak ada masalah dengan dirinya, mska mintalah orang yang disegani suami untuk bicara padanya agar mau komitmen memperbaiki diri.

_Selama proses penyadaran dan perbaikan suami, yang juga jangan dilupakan adalah membahagiakan diri bunda dan anak anak, tak perlu menunggu suami selesai dengan dirinya._

_Yakinlah ia suami yang baik, hanya ia sedang "sakit", ia sedang tak bahagia dan tak selesai dengan dirinya, maka bantulah. Jika bunda berbahagia membersamai anak anak, semoga ia cemburu pada kebahagiaan kalian._

Semoga para bunda diberi keshabaran dan kekuatan untuk "menyembuhkan" para suaminya. Memang berat, karenanya mintalah dengan rewel kepada Allah dan datanglah pada ahlinya untuk dibantu diselesaikan masalahnya.

Pilhannya hanya 2, membantu suami yang lemah itu dengan sungguh sungguh sebagai ladang dakwah dan pahala, lalu kelak mendapatkan kebaikan dan cintanya. Atau berpisah dengannya, dengan segala resikonya.

Catatan📖

_Membuat tangguh anak lelaki adalah tanggungjawab rumah bukan sekolah_

1. Kokohkan aqidah bukan cuma pelajaran agama agar tangguh dalam hidup
2. Temukan bakatnya agar bisa bekerja dengan kinerja baik dan professional
3. Gairahkan dan hebatkan kemampuan belajarnya agar selalu mau belajar dalam kondisi apapun
4. Berikan sosok Ayah yg tangguh
5. Kuatkan ego nya dengan memberi kesempatan seluasnya utk mengambil keputusan walau hasilnya salah, agar tak rapuh atau tak egois
6. Narasikan sejarah keluarga dan narasikan masa depannya agar cemerlang hidupnya. Lembutkan jiwanya agar sensitif thd keburukan dan cinta keharmonian
7. Sehatkan fisiknya dengan makanan alami dan banyak bergerak di alam. Kesehatan berpengaruh pada ketangguhan
8. Bangun kedewasaan dan kemandirian, tempalah di alam saat usia 7-10, tempalah di kehidupan saat usia 11-15 sebelum mukalaf

HARRY SANTOSA
#fitrahbasededucation

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...