Langsung ke konten utama

Renungan Pendidikan #15

Renungan Pendidikan #15
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

Pada galibnya anak anak kita kelak sepeninggal kita akan menghuni suatu zaman yang mungkin "beyond imagine",  yang tidak pernah terbayangkan oleh kita akan seperti apa.

Saat ini saja, zaman ini sudah membuat kita, kebanyakan para orangtua tergagap gagap, tergopoh gopoh, terkejut kejut, terpana, terpesona dan sebagian lagi tergila2.

Kebanyakan kita, tanpa sadar, sudah merasa tak sanggup mendidik anak anak kita sendiri. Kita merasa zaman sudah terlalu edan atau kitanya yang sudah tenggelam dalam dunia yang membuat edan, sehingga melalaikan pendidikan anak anak kita.

Kita umumnya lebih suka menitipkan anak anak kita di lembaga, di asrama dll lalu merasa telah mendidik dengan alasan klasik bhw kita tidak mampu mendidik sendiri.

Jika demikian, lalu apa yang kita tinggalkan untuk anak anak kita agar mereka mampu menjalani kehidupan sesuai misi penciptaannya di zaman yang akan datang itu kelak?

Meninggalkan harta warisan yang banyak? Meninggalkan ilmu yang banyak? Meninggalkan perusahaan yang banyak? Meninggalkan ilmu agama yang banyak?

Kita tentunya tidak ingin generasi sesudah kita, generasi yang mengikuti hawa nafsu dan meninggalkan sholat.

Sesungguhnya sebaik baik bekal adalah taqwa, ya... taqwalah yang akan kita bekalkan kepada mereka, anak anak kita, generasi masa depan. Lalu apa makna taqwa?

Sesungguhnya taqwa bukan hanya meninggalkan laranganNya tetapi yang terpenting adalah menjalankan perintahNya. Dosa melanggar perintahNya jauh lebih besar daripada dosa meninggalkan laranganNya. Dosa Iblis yang menolak perintah Allah untuk sujud pada Adam as, berakibat lebih hebat dan fatal daripada dosa Adam yang melanggar laranganNya.

Kemampuan menjalankan perintahNya adalah kemampuan menjalankan peran yang telah digariskanNya kepada setiap manusia yaitu untuk peran Ibadah (beribadah), untuk menjadi Imaroh (pemakmur bumi), untuk menjadi Imama (pemimpin para orang bertaqwa), dan menjadi Khalifah di muka bumi.

Tujuan peran ini secara personal adalah rmenebar rahmat dan pembawa berita gembira (solution maker) serta pembawa peringatan (warning notifier).

Secara komunal tujuan peran ini agar terbentuk komunitas/ummat yang menjadi model tebaik untuk bisa diteladankan (khoiru ummah) dan menjadi komunitas yang mampu melakukan peran integrator dan orkestrator (ummatan wasathon) bagi kebaikan kebaikan yang ada pada semua ummat.

Membekali taqwa adalah membekali anak anak kita kemampuan mengambil peran peradaban menurut alQuran seperti di atas, baik personal maupun komunal.

Peran peradaban adalah hasil resultansi dari fitrah fitrah personal anak kita (fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat, fitrah perkembangan dstnya) dan fitrah komunal (fitrah alam, fitrah masyarakat, fitrah lokalitas dan budaya, fitrah zaman) yang dibangkitkan dan ditumbuhkan melalui sebuah katalis peradaban bernama pendidikan.

Maka kembalikanlah fitrah kesejatian kita para orangtua dan anak anak kita. Kembalikanlah kesejatian keluarga, kesejatian komunitas, kesejatian masyarakat, kesejatian alam, kesejatian belajar, kesejatian mendidik dan pendidikan dstnya.

Mari kita mulai pendidikan berbasis kesejatian fitrah ini di rumah rumah kita (home based education) dan juga  di komunitas komunitas/ jamaah kita (community based education), karena peradaban terbaik dimulai dari rumah dan dari komunitas yang melahirkan generasi dengan peran peran terbaik.

Semoga kita, keluarga2 dan komunitas2 dapat bersama2 bergandeng tangan, bershaf shaf dengan rapi merajut peran peradaban terbaik untuk generasi peradaban terbaik untuk memperindah dan memuliakan zaman. Mari kita wujudkn melalui pendidikan berbasis fitrah menuju peran peradaban sebagaimana Allah swt kehendaki.

Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasispotensi
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Harry Santosa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...