Langsung ke konten utama

Portofolio

Perjalanan Portofolio....jangan baperan😉

By Diena Syarifa

Suatu hari, saya ajak Jenar menseleksi aktivitas2 yg sudah dia lakukan sepanjang satu semester. Saya tunjukkan kumpulan foto2 aktivitas dan sertifikat (aktivitas yg kebetulan bersertifikat) nya.
Saya minta Jenar memilih mana aktivitas yg menurutnya: paling Enjoy dan paling Mudah dilakukan. Yang paling nagih.

Sebelum Jenar memilih, sy sebenarnya sdh punya jawaban menurut yg sy lihat dan rasa (observasi). Saatnya sy uji jawaban saya.

Ternyata jawaban saya tidak 100% benar. Ada aktivitas yg menurut observasi saya masuk kategori Enjoy dan Easy, tp menurut Jenar tidak. Hasilnya bagus tapi nggak nagih. Meskipun tdk kapok.
Ada juga yg menurut saya Jenar tidak Enjoy dan tdk Easy, tapi ternyata Jenar tertantang dan mau lagi, saat itu hanya krn rada nggak mood krn ada teman yg ngeselin.

Begitulah perjalanan Portofolio, sebuah model evaluasi yg basisnya proses, bukan hasil akhir saja. Portofolio mampu menggali anak lebih dalam, membangun kedekatan dg anak krn membutuhkan hadirnya komunikasi dua arah.

Peran orang tua sbg fasilitator sangat nampak. Ortu memfasilitasi ruang gerak dan waktu untuk anak mengeksplorasi diri. Lalu membiarkan anak sbg Subyek menentukan pilihan yg disuka maupun yg tdk disuka. Anak sejak kecil sudah dilatih self assessment.

#0-6th: ortu mengumpulkan dokumen, anak dituntun memilih dg acuan hasil observasi ortu. Intervensi ortu msh besar krn anak blm memiliki kemampuan menimbang dan memilih.

#6-10th: sama spt diatas, tp ortu mulai kurangi intervensi , ajak anak diskusi dlm menseleksi mana dokumen yg layak masuk sbg portofolio

#10-14th: mulai beri anak authorities menseleksi aktivitas yg layak masuk sbg portofolio. Hargai pendapat dan pilihannya, jadikan sbg modal menajamkan potensi ke jenjang berikutnya. Ajarkan anak rambu2 kategori Enjoy, Easy, Excellent spy cara menyeleksinya terstruktur tdk basis emosional

#14th dst: serahkan pada anak, jadikan anak sbg partner mengelola portofolionya. Mengajarkan kategori menyeleksi sdh lengkap 4E Enjoy, Easy, Excellent dan Earn

Selamat mendampingi anak2: mengumpulkan dokumen, merekap, mencatat, menyeleksi. Jangan baper ya ....kalau ternyata hanya 1 atau 2 saja aktivitas yg dianggap anak berkesan/bermakna dari sekian banyak aktivitas yg kita sajikan ke anak.

📸 berkas Jenar, di sini cuma 1 yg paling disuka dan nagih😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun

Prinsip Prinsip Pendidikan berbasis Fitrah untuk Tahap Usia 7 – 10 Tahun Oleh Ust Harry 1. Pahami Fitrah Perkembangan untuk tahap ini dengan baik. Tahap ini adalah fase dari konsepsi berkembang menjadi potensi. Ini masa  latih awal dimana anak sudah boleh diperintah atau adab sudah disampaikan sebagai perintah. Allah memerintahkan orangtua agar menyuruh anak anak mereka sholat ketika berusia 7 tahun. Perintah sholat adalah penanda dimulainya fase pre aqilbaligh awal, inilah perintah untuk beradab kepada Allah. Di Fase ini juga anak sudah menyadari adanya dunia sosial di luar dirinya, menyadari adanya kehidupan dan adanya aturan di atasnya. Kemampuan belajar dan bernalar mencapai masa emasnya di usia ini. 2. Fitrah keimanan pada fase ini bergerak meningkat dari Konsepsi Tauhid Rubbubiyatullah, kepada kesadaran Potensi untuk Tunduk kepada Allah (Tauhid Mulkiyatullah), yaitu sejalan dengan perkembangan fitrah sosialnya serta fitrah belajar dan bernalarnya maka anak disadarkan...

bolen pisang premium

Resep bolen pisang Persiapan isian : Goreng pisang dgn margarine 1. Membuat kulit. Ttgi +gula halus+ buyer/margarin+telur +air. Aduk.. Aduk 1/2 kalian. Bagi menjadi 20 2. Pelapis margarin+minyak+ ttgi+ aduk rata. Pindahkan ke plastik, simpan di kulkas. Bagi menjadi 20 2. Pasangkan adonan kulit +pelapis. (Pelapis dibungkus bahan kulit) Dibuat bentuk bola.  3. Digilas, dilipat 3 sebanyak 3x. Istirahatkan adonan 15-20 menit. Digilas diisi dgn isian. Dilipat amplop. Lalu dilapisi dgn olesan (1 kuning telur+1-2 sdh susu cair).  4. Panggang pada suhu 180oC 35-45 menit Resep by Calista kitchen

hak-hak syar'ie anak

Untuk mengingat kembali hak anak yang harus kita penuhi ketika usianya 0-7 th *HAK-HAK SYAR'IE ANAK* Oleh: Ustad Aad Pada setiap diri manusia tersanding di dalamnya hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban ini telah Allah tetapkan atas makhlukNya. Sehingga bersifat syar'ie : Ada hak syar'ie... Ada kewajiban syar'ie... Banyak yang tak tahu atau lupa, bahwa ALLAH MENDAHULUKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN Maka DR Abdul Karim Zaidan pernah berkata : "Berakhlaqlah seperti Allah : Dia penuhi hak-hak Adam, setelah itu baru ia tuntut kewajiban untuk tak mendekati pohon Khuld" Secara mengejutkan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dalam kitabnya "Hak Asasi dalam Islam"(: berkata tegas) الحق الاساسي في الاسلام "ISLAM LEBIH MENGUTAMAKAN HAK DARIPADA KEWAJIBAN", karena : Pertama, hak itu nama Allah Kedua, hak itu artinya kebenaran Ketiga, hak itu bermakna esensi (hakikat) Keempat, hak itu juga berarti kewajiban. Seperti : "Hak Muslim atas Muslim ada lima" Mak...